Batu, LINGKARWILIS.COM – Pembangunan ruang guru dan ruang kepala sekolah di SMPN 4 Kota Batu terhenti dan belum terselesaikan. Proyek yang bersumber dari APBD 2025 itu mangkrak setelah pihak kontraktor meninggalkan pekerjaan sejak September tahun lalu.
Terhentinya pembangunan berdampak pada aktivitas sekolah. Area proyek yang belum rampung menimbulkan kesan semrawut, dengan sisa material bangunan yang masih berserakan di lingkungan sekolah.
Dari pantauan di lokasi, bangunan lama terlihat masih berdiri dengan kondisi atap yang telah dibongkar. Pekerjaan yang sempat dilakukan baru sebatas pondasi cakar ayam, sementara material seperti kayu, besi, dan pasir dibiarkan menumpuk.
Kepala SMPN 4 Kota Batu, Henu Lismiyati, mengungkapkan kondisi tersebut cukup mengganggu kegiatan belajar mengajar, khususnya untuk praktikum IPA.
“Proses pembelajaran sedikit terganggu, terutama praktik IPA. Laboratorium fisika sementara dipakai untuk tata usaha, sedangkan laboratorium biologi digunakan sebagai ruang kelas,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Baca juga : Jelang Ramadan 1447 H, Kapolresta Malang Kota Ajak Nyadran ke 31 Makam Korban Kanjuruhan
Ia berharap pembangunan segera dilanjutkan agar pelayanan pendidikan dapat kembali optimal. Menurutnya, keterbatasan ruang juga menyulitkan sekolah dalam memberikan layanan, termasuk saat menerima tamu.
“Guru-guru terpaksa menempati ruang seadanya, bahkan ada yang menggunakan ruang kelas untuk sementara,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menyampaikan pihaknya masih menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait persoalan tersebut.
“Hasil audit akan kami konsultasikan dengan pimpinan daerah untuk menentukan langkah selanjutnya. Prinsipnya, kami akan berupaya memberikan solusi terbaik agar proses belajar mengajar tidak terganggu,” pungkasnya.***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin





