Batu, LINGKARWILIS.COM β Pemerintah Kota Batu melakukan penataan besar terhadap agenda pariwisata tahun 2026 dengan memangkas jumlah kegiatan yang masuk dalam Kalender Event Kota Batu. Dari sebelumnya 66 agenda pada 2025, kini hanya 30 event yang dipertahankan.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi efisiensi anggaran sekaligus upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan event yang dinilai mampu memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi masyarakat dan sektor pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menjelaskan bahwa pengurangan jumlah event dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, termasuk berkurangnya Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang berdampak pada kemampuan fiskal daerah.
“Evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap seluruh agenda yang selama ini masuk dalam kalender wisata Kota Batu. Hasilnya, hanya event yang memiliki daya tarik kuat dan terbukti mampu mendatangkan wisatawan yang dipertahankan,” ujar Onny, Selasa (9/6/2026).
Baca juga :Β SMM Rayakan Anniversary ke-6 di Kota Batu, Murai Batu Wisanggeni Bengkulu Juarai Kelas Utama G16 Bertiket Rp50 Juta
Menurut data Dinas Pariwisata Kota Batu, tren penyederhanaan agenda wisata sebenarnya telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, Kota Batu memiliki 71 event, kemudian berkurang menjadi 66 event pada 2025, dan kembali dipangkas menjadi 30 event untuk tahun 2026.
Onny menjelaskan, event yang dipertahankan merupakan kegiatan yang terbukti memberikan kontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian lokal. Salah satunya adalah ajang yang digelar pihak swasta, seperti Panderman Gravity Park Downhill, yang mampu menarik peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara.
“Event swasta menunjukkan kolaborasi antara pemerintah dan sektor privat berjalan baik, termasuk berbagai agenda unggulan yang digelar Jatim Park Group,” katanya.
Dalam proses penyusunan kalender wisata, jumlah agenda sempat direncanakan hanya 24 event. Namun setelah melalui evaluasi, beberapa kegiatan dinilai memiliki nilai strategis bagi promosi daerah dan pemberdayaan masyarakat sehingga jumlahnya bertambah menjadi 30 event.
Baca juga :Β Gema Sholawat Kediri Raya Semarakkan Dalem Ngangeni, Dorong Wisata Religi dan Kebangkitan UMKM
Salah satu agenda yang akhirnya masuk dalam Kalender Event Kota Batu 2026 adalah Festival Nasi Empok yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu.
“Festival Nasi Empok menjadi salah satu event yang dinilai layak masuk sehingga total agenda menjadi 30 kegiatan,” jelas Onny.
Wali Kota Batu, Nurochman, membenarkan bahwa efisiensi anggaran dan berkurangnya dana transfer menjadi alasan utama penyesuaian jumlah event. Meski demikian, ia memastikan setiap kegiatan yang dipertahankan memiliki orientasi pada peningkatan ekonomi masyarakat.
“Jumlah event memang berkurang, tetapi kami ingin memastikan setiap agenda mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama bagi masyarakat, pelaku UMKM, dan sektor akomodasi,” ujar Nurochman.
Sejumlah agenda unggulan yang telah menjadi identitas pariwisata Kota Batu tetap dipertahankan. Di antaranya adalah Batu Art Flower Carnival (BAFC), Batu International Sport Tourism Festival (BISTF), serta berbagai kegiatan seni budaya dan sport tourism lainnya yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan.
Menurut Nurochman, event-event tersebut telah memiliki nilai merek yang kuat dan menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Event-event ini sudah memiliki brand value yang kuat sehingga perlu terus dijaga keberlangsungannya,” katanya.
Ke depan, Pemerintah Kota Batu juga akan memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta, komunitas kreatif, pelaku usaha, serta pemerintah provinsi dan pusat untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata.
“Pengembangan pariwisata tidak bisa hanya bergantung pada APBD. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan pegiat seni budaya menjadi kunci untuk membangun Kota Batu sebagai destinasi wisata yang hidup dan berdaya saing,” pungkasnya.***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin





