JOMBANG, LINGKARWILIS.COM – Di tengah dominasi penggunaan plastik sebagai wadah praktis, dua perempuan lanjut usia di Dusun Dukuhsari, Desa Janti, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, tetap setia melestarikan kerajinan anyaman bambu.
Keduanya, Nurkhasanah (67) dan Sophia (57), hingga kini masih aktif memproduksi besek atau tumbu, wadah tradisional berbahan dasar bambu yang kian langka di pasaran.
Di teras rumahnya, Nurkhasanah tampak telaten mengolah bambu. Meski usia tak lagi muda, ia masih lihai dalam setiap tahapan proses, mulai dari memotong, menyerut hingga tipis, hingga merangkainya menjadi anyaman besek yang rapi.
“Kerajinan ini merupakan warisan turun-temurun dari orang tua. Saya sudah mengerjakannya sejak lama,” ungkapnya, Sabtu (11/4).
Baca juga : Sebanyak 98 Siswa MAN 2 Kota Kediri Lolos SNBP dan PTKIN, Satu Tembus Kampus Luar Negeri
Seluruh proses produksi dilakukan secara manual dengan biaya bahan baku yang relatif terjangkau, sekitar Rp50 ribu. Dari bahan tersebut, mereka mampu menghasilkan puluhan besek yang dipasarkan dengan harga Rp15 ribu per 20 buah.
Meski nilai jualnya tergolong rendah, produk mereka tetap memiliki pasar tersendiri. Permintaan rutin masih datang dari pelanggan tetap, terutama dari wilayah Jogoroto.
Sophia menambahkan, besek umumnya digunakan sebagai wadah tape singkong maupun nasi. Jika produksi telah mencukupi, hasil anyaman tersebut kemudian diambil oleh pengepul.
“Pengrajin besek sekarang sudah semakin sedikit karena banyak yang berhenti. Namun kami tetap bertahan karena ingin kerajinan ini tidak hilang,” tuturnya.
Di tengah arus modernisasi, ketekunan kedua lansia ini menjadi potret nyata upaya pelestarian budaya lokal. Anyaman bambu yang mereka hasilkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menawarkan alternatif ramah lingkungan di tengah maraknya penggunaan plastik.
Baca juga : Satpol PP Kediri Amankan Lansia Terlantar Asal Mojokerto, Dibawa ke Shelter Dinsos
Kisah dari Desa Janti ini menjadi pengingat bahwa tradisi akan tetap hidup selama masih ada generasi yang berkomitmen untuk menjaga dan melestarikannya.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





