Karya seniman lokal, Mbah Suwari, patung tersebut sebelumnya menarik perhatian publik hingga didatangi ribuan wisatawan. Bahkan, karya itu telah terdaftar secara resmi dan memperoleh hak kekayaan intelektual dari Kementerian Hukum dan HAM RI.
Selama libur Lebaran, kawasan sekitar patung Harimau Gemoy tidak pernah sepi. Kehadiran wisata dadakan ini juga membawa dampak positif bagi perekonomian warga setempat.
Baca juga : Lima Nama Masuk BAP, Dugaan Penganiayaan di Lapas Kediri Masih Tahap Uji Bukti
Sejumlah usaha kecil bermunculan, mulai dari warung makan, kedai kopi bertema Harimau Gemoy, hingga penjualan cendera mata seperti kaos dan gantungan kunci.
Salah satu pengunjung, Hartanti (49), warga Serpong, Jakarta, mengaku penasaran dengan bentuk patung yang dibuat oleh Mbah Suwari (76), yang juga dikenal sebagai seniman ludruk.
“Awalnya saya membayangkan patung harimau dengan wajah garang dan tatapan tajam. Namun ternyata bentuknya justru lucu dan gemuk. Justru keunikannya ini yang menarik, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar,” ujarnya.
Baca juga : Kunjungan Wisatawan ke Sumber Bateng Kota Kediri Meningkat 39 Persen saat Lebaran 1447 H
Fenomena Harimau Gemoy menunjukkan bagaimana kreativitas lokal mampu berkembang menjadi daya tarik wisata baru yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





