Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Lima sekolah dasar negeri di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung sempat terendam banjir ancar dan meninggalkan endapan lumpur di sejumlah ruang sekolah. Meski demikian, aktivitas belajar mengajar kini telah kembali berjalan, meskipun proses pembersihan masih terus dilakukan.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Sukowinarno, menjelaskan bahwa banjir ancar yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026) hingga Minggu (1/2/2026) berdampak pada lima sekolah, yakni SDN 1 Besole, SDN 2 Besole, SDN 3 Besole, SDN 4 Besole, dan SDN 5 Besole.
Menurutnya, ketinggian air yang masuk ke lingkungan sekolah mencapai sekitar 30 sentimeter dan menggenangi sejumlah fasilitas, termasuk ruang kelas, ruang guru, serta ruang perpustakaan.
“Banjir ancar menggenangi hampir seluruh area sekolah, mulai dari ruang kelas, ruang guru, ruang kesenian, hingga perpustakaan di kelima sekolah tersebut,” ujar Sukowinarno, Senin (2/2/2026).
Baca juga : Operasi Keselamatan Semeru 2026 Dimulai di Tulungagung, Sepuluh Pelanggaran Jadi Fokus Penindakan
Setelah air surut, sisa lumpur tampak menutupi lantai dan sejumlah sudut ruangan. Pihak sekolah bersama para siswa serta petugas Damkar Tulungagung kemudian melakukan pembersihan intensif selama dua hari.
Pada Senin (2/2/2026), kondisi ruang kelas dan ruang guru berangsur membaik sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilaksanakan. Namun, pembersihan lanjutan masih diperlukan agar sisa endapan lumpur benar-benar hilang.
“Kondisi saat ini sudah cukup bersih meskipun belum sepenuhnya seperti sebelum banjir. KBM sudah bisa berjalan, tetapi pembersihan lanjutan tetap perlu dilakukan,” jelasnya.
Disdik Tulungagung, lanjut Sukowinarno, masih terus memantau kondisi lima sekolah tersebut guna memastikan proses belajar mengajar berlangsung kondusif. Kehadiran siswa dalam kegiatan belajar pun dinilai tidak terganggu meski sekolah mereka sempat terdampak banjir.
Baca juga : Sembilan SD di Tulungagung Diusulkan Jadi Gerai Koperasi Merah Putih, Tiga Masih Aktif Digunakan KBM
Ia juga menegaskan bahwa banjir ancar tersebut tidak menimbulkan kerusakan fasilitas sekolah, melainkan hanya meninggalkan endapan lumpur yang perlu dibersihkan.
“Berdasarkan pemantauan kami, tidak ada fasilitas sekolah yang rusak. Hanya ada kotoran lumpur yang harus dibersihkan dengan penyemprotan agar kembali layak digunakan,” tutupnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin






