Mahasiswa KKN Kelompok 25 UNP Dorong Pelestarian Tari dan Karawitan Kelurahan Balowerti

Mahasiswa KKN Kelompok -25 UNP Hidupkan Warisan Budaya, Tari dan Karawitan Balowerti Didorong Jadi Pilar Sosial Masyarakat
Mahasiswa KKN Kelompok -25 UNP Hidupkan Warisan Budaya, Tari dan Karawitan Balowerti Didorong Jadi Pilar Sosial Masyarakat (Bidu)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 25 menginisiasi program pelestarian seni tradisional di Kelurahan Balowerti. Kegiatan yang berfokus pada pengembangan seni tari dan karawitan tersebut menjadi bagian dari penguatan identitas budaya sekaligus sarana pendidikan karakter masyarakat. Program ini ditutup pada Jumat (13/2/2026) malam.

Ketua Kelompok 25 KKN-T Balowerti, Adrian Kurniawan Hidayat, menegaskan bahwa kebudayaan memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial. Menurutnya, seni tradisional bukan sekadar hiburan, melainkan media pewarisan nilai, etika, serta jati diri bangsa yang harus dijaga keberlanjutannya.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Ia menilai arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi digital membawa tantangan tersendiri bagi eksistensi kesenian daerah. Pergeseran minat generasi muda terhadap budaya populer global menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keberlangsungan seni tradisional. Untuk itu, mahasiswa KKN menghadirkan pendekatan partisipatif melalui pelatihan tari dan karawitan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Baca juga : Sempat Memimpin, Persik Kediri Gagal Amankan Tiga Poin Saat Hadapi PSIM Yogyakarta

“Karawitan dan tari tradisional dalam budaya Jawa saling melengkapi. Karawitan mengajarkan harmoni, kebersamaan, dan disiplin, sedangkan tari menjadi wadah ekspresi nilai filosofis dan estetika. Kolaborasi keduanya diharapkan mampu memperkuat pendidikan karakter sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal,” jelas Adrian.

Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Rika Riwayatuningsih, M.Pd., menyampaikan bahwa program tersebut selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, pelestarian seni berbasis masyarakat tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mendukung pendidikan nonformal serta memperkuat identitas sosial warga.

Baca juga : Satlantas Polres Kediri Kota Gelar Jumat Berkah di Masjid Sabilal Muhtadin

“Pelestarian seni tradisional relevan dengan agenda pembangunan global, khususnya dalam mendukung pendidikan berbasis budaya dan perlindungan warisan lokal. Keterlibatan mahasiswa di tengah masyarakat menjadi langkah strategis untuk menghadirkan inovasi sekaligus memastikan keberlanjutan seni tradisional,” ujarnya.***

Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *