BLITAR, LINGKARWILIS.COM — Masa angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung selama 19 hari, mulai 11 hingga 29 Maret, resmi berakhir. Selama periode tersebut, jumlah penumpang yang datang atau turun di Stasiun Blitar tercatat mencapai 20.188 orang.
Angka tersebut merupakan bagian dari total 434.364 pelanggan kereta api di wilayah Daop 7 Madiun. Rinciannya, sebanyak 204.350 penumpang berangkat dan 230.014 penumpang tiba di berbagai stasiun dalam wilayah tersebut.
Manajer Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa tiga stasiun dengan jumlah penumpang naik tertinggi selama periode tersebut adalah Stasiun Madiun dengan 68.316 pelanggan, disusul Stasiun Kediri sebanyak 21.889 pelanggan, dan Stasiun Jombang sebanyak 18.229 pelanggan.
Baca juga : Arus Balik Tulungagung–Kediri Masih Padat, Polisi Lakukan Pengaturan di Ngadiluwih
Sementara itu, untuk kategori kedatangan, Stasiun Madiun mencatat jumlah tertinggi dengan 81.226 penumpang turun, diikuti Stasiun Kediri sebanyak 22.312 penumpang, serta Stasiun Blitar dengan 20.188 penumpang.
Pada periode arus balik yang berlangsung mulai 23 hingga 29 Maret 2026, Daop 7 Madiun mengangkut total 190.197 pelanggan. Jumlah tersebut terdiri dari 110.167 penumpang berangkat dan 80.030 penumpang tiba.
Adapun rincian pergerakan penumpang harian selama arus balik sebagai berikut:
- 23 Maret: 17.441 naik, 13.657 turun
- 24 Maret: 17.758 naik, 13.282 turun
- 25 Maret: 15.691 naik, 11.743 turun
- 26 Maret: 14.678 naik, 10.894 turun
- 27 Maret: 14.984 naik, 10.823 turun
- 28 Maret: 15.884 naik, 10.704 turun
- 29 Maret: 13.731 naik, 8.927 turun
“Toh, data pada 29 Maret masih bersifat dinamis hingga keberangkatan dan kedatangan kereta terakhir malam hari,” jelas Tohari.
Selama masa angkutan Lebaran, KAI Daop 7 Madiun setiap harinya mengoperasikan sebanyak 184 perjalanan kereta api penumpang pulang-pergi. Layanan tersebut terdiri dari 116 KA jarak jauh (intercity), 20 KA tambahan, 28 KA lokal, serta 20 KA bandara.***
Reporter: Aziz Wahyudi
Editor: Hadiyin





