Blitar, LINGKARWILIS.COM — Bagi komunitas Micro Fishing, memancing bukan sekadar soal mendapatkan ikan. Lebih dari itu, mereka juga aktif menjaga keseimbangan ekosistem sungai dengan rutin menebar benih ikan air tawar. Langkah kecil namun bermakna ini menjadi bukti bahwa para pemancing pun dapat berkontribusi terhadap kelestarian alam.
Ketua Micro Fishing Blitar, Dhony Rizal, mengatakan komunitas ini sudah berdiri sejak 2021. Awalnya, terbentuk dari sekumpulan pemancing yang ingin berbuat lebih untuk sungai yang selama ini menjadi tempat mereka menyalurkan hobi.
“Kami bukan hanya hobi memancing, tapi juga gemar menebar benih ikan lokal. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan dan melestarikan sumber daya alam bagi generasi berikutnya,” ujarnya.
Menurut Dhony, salah satu tantangan terbesar dalam menjaga kelestarian sungai adalah masih adanya warga yang menggunakan cara-cara berbahaya seperti setrum, racun, hingga bom ikan. Praktik tersebut, katanya, tidak hanya membunuh ikan besar, tetapi juga memusnahkan ikan kecil dan telur-telurnya.
Baca juga : Diduga Bocor Gas LPG, Rumah di Badas Kediri Terbakar, Satu Warga Luka Berat
“Setiap kali kami mengadakan fun fishing atau perayaan ulang tahun komunitas, selalu ada sesi edukasi mengenai bahaya praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan,” terangnya.
Sebagai bentuk nyata kepedulian, komunitas ini kerap menebar benih ikan jenis nilam dan kipik di sejumlah sungai di Blitar, seperti di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gedog, Sentul, hingga di wilayah Srengat dan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Benih ikan itu sebagian dibeli secara patungan, sebagian lagi hasil sumbangan dari anggota dan donatur.
Kini, Micro Fishing Blitar telah memiliki sekitar 100 anggota dengan beragam latar belakang profesi, termasuk pelajar. Dhony optimistis komunitasnya akan terus tumbuh menjadi wadah yang bukan hanya menyalurkan hobi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran lingkungan, khususnya di kalangan generasi muda.
“Dari sungai yang bersih dan lestari, kehidupan akan terus mengalir,” tutupnya.***
Reporter: Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin



