JOMBANG, LINGKARWILIS.COM – MTs Madrasatul Qur’an (MQ) Tebuireng resmi mendeklarasikan diri sebagai Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) sekaligus meluncurkan program Fashlun Talenta (Fashta). Kegiatan yang digelar di GOR Madrasatul Qur’an pada Selasa pagi (4/11/2025) ini dihadiri oleh Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, yang hadir mewakili Bupati Jombang Warsubi.
Acara turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Muhajir, Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an KH Abdul Hadi Yusuf, Kepala MTs MQ H. Fuad Taufiq, para pejabat OPD, wali murid, serta ratusan santri.
Dalam sambutannya, Wabup Salmanudin yang juga merupakan alumni Madrasatul Qur’an berpesan agar para santri tetap semangat menuntut ilmu serta menjaga tata krama selama di pesantren.
“Patuhilah aturan para kiai dan guru. Itu kunci utama dalam menuntut ilmu,” ujarnya.
Baca juga : Pemotor Hampir Terjatuh Akibat Jalan Berlubang di Depan Kantor DPUPR Kota Kediri
Salmanudin memberikan apresiasi kepada MTs Madrasatul Qur’an atas inisiatifnya mendeklarasikan sekolah ramah anak. Menurutnya, langkah ini selaras dengan program Kabupaten Layak Anak yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan — baik fisik, seksual, maupun perundungan. Anak-anak berhak tumbuh dan belajar tanpa rasa takut,” tegasnya.
Ia menambahkan, deklarasi tersebut harus menjadi komitmen bersama seluruh pihak agar anak-anak dapat mengembangkan potensi dan bakatnya secara optimal.
Selain deklarasi SRA, MTs Madrasatul Qur’an juga memperkenalkan program Fashlun Talenta (Fashta) yang diperuntukkan bagi siswa SD/MI kelas 5 dan 6. Program ini bertujuan untuk membimbing anak-anak menghafal Al-Qur’an dan memperdalam ilmu agama sebagai bekal menuju jenjang madrasah.
Baca juga : SPPG Polres Kediri Jadi Percontohan Nasional, Sajikan Makanan Bergizi untuk Ribuan Pelajar
Menurut Wabup, Fashta merupakan terobosan positif dalam upaya membentuk karakter dan kesiapan spiritual calon santri.
“Program ini membantu calon santri dan orang tuanya mengenali kemampuan serta minat anak sejak dini, sehingga pendampingan dapat dilakukan lebih tepat,” jelasnya.
Salmanudin juga mengingatkan agar MTs Madrasatul Qur’an terus konsisten dengan motonya sebagai lembaga pendidikan yang unggul, ramah anak dan lingkungan, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Di era digital seperti sekarang, madrasah harus mampu memadukan nilai keagamaan dengan kemajuan teknologi agar melahirkan generasi yang cerdas secara spiritual, intelektual, dan digital,” pungkasnya.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





