KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Di tengah kemajemukan agama, keyakinan, dan budaya, perayaan Natal menjadi momentum refleksi untuk menumbuhkan sikap toleransi, saling menghargai, serta memperkuat kebersamaan. Pertanyaannya, bagaimana Natal dapat dirayakan tanpa mengikis keberagaman, justru sebaliknya, menjadi sarana memperkokoh persatuan?
Menanggapi hal tersebut, Dodi Purwanto mengutip tema Natal Nasional 2025 yang ditetapkan Kementerian Agama RI, yakni “C-LIGHT: Christmas – Love in God, Harmony Together.
” Tema ini menekankan pentingnya cinta kasih dalam Tuhan serta harmoni bersama sebagai nilai universal yang mampu menjembatani perbedaan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
Menurut Dodi, tema tersebut sarat makna dan relevan sebagai inspirasi untuk menumbuhkan kebajikan dalam kehidupan bermasyarakat, beragama, berbangsa, dan bernegara. Nilai kebajikan, lanjutnya, akan mendorong terciptanya kehidupan yang lebih adil, bermartabat, dan harmonis dalam bingkai kesetaraan, kedamaian, serta persaudaraan antarsesama manusia.
Baca juga : Revitalisasi Jalan Stasiun Kediri Tuntas, Puluhan CCTV Dipasang untuk Pengamanan Kawasan
“Tema ini mengingatkan kita pada ajaran universal semua agama yang menjunjung tinggi kehidupan yang aman, tenteram, dan damai, jauh dari kekerasan, kebencian, serta fitnah. Kehidupan yang dihiasi akhlak mulia, toleransi, dan kasih sayang harus menjadi fondasi dalam memperkuat kerukunan umat beragama, khususnya di Kabupaten Kediri,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena perayaan Natal tahun ini dapat berlangsung dalam suasana kondusif, aman, dan penuh kedamaian. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting bagi umat Kristiani bersama seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat kebersamaan dalam membangun bangsa.
“Dengan kebersamaan yang tulus, kita dapat mewujudkan bangsa yang besar, berperadaban maju, bermoral, dan dihormati oleh bangsa-bangsa lain,” jelasnya.
Dodi menegaskan bahwa kemajemukan merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia. Keragaman, katanya, harus disikapi dengan rasa syukur dan diwujudkan melalui tindakan positif. Perbedaan agama, budaya, maupun latar belakang sosial merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang harus dijaga bersama.
Ia juga menekankan pentingnya komitmen seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebebasan beragama dan tidak menyakiti pihak lain hanya karena perbedaan keyakinan, pandangan politik, maupun identitas sosial. Menurutnya, kerukunan beragama tidak cukup hanya diatur dalam konstitusi dan perundang-undangan, tetapi harus dihidupi dalam praktik keseharian melalui sikap saling menghormati dan menghargai.
“Inilah esensi hidup berdampingan dalam perbedaan serta makna kebebasan beragama dalam bingkai Pancasila. Dengan tumbuhnya kesadaran akan toleransi dan keberagaman, kita memiliki modal sosial yang kuat untuk menatap masa depan dengan optimisme,” katanya.
Ia mengajak masyarakat untuk selalu mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok, serta menghormati tatanan kehidupan bernegara yang demokratis melalui perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, perayaan Natal 2025 juga diharapkan menjadi momentum pembaruan iman, penguatan cinta kasih, solidaritas, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut tidak hanya relevan bagi umat Kristiani, tetapi juga dapat memberi manfaat bagi seluruh umat manusia.
“Tema Natal tahun ini menjadi bahan perenungan sekaligus sumber semangat untuk terus melangkah maju. Menjadikan kasih Tuhan sebagai cahaya yang menerangi hati nurani manusia melalui karya nyata yang membawa kebaikan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Natal bukan sekadar perayaan satu kelompok, melainkan momen kemanusiaan yang melampaui batas agama dan budaya. Dalam semangat tersebut, Natal dapat menjadi sarana untuk merayakan perbedaan sekaligus memperkuat persatuan.
“Mari kita rayakan Natal dalam semangat toleransi dan kasih yang menyatukan. Selamat merayakan Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026. Semoga damai dan cinta kasih senantiasa menyertai kita semua,” pungkasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





