Jombang, LINGKARWILIS.COM – Perayaan Natal 2025 di Sekolah Dasar Kristen (SDK) Petra Jombang dimaknai sebagai momentum reflektif yang melampaui seremoni keagamaan semata. Melalui rangkaian kegiatan yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua, sekolah menegaskan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun kedamaian, rasa aman, serta karakter anak sejak usia dini.
Mengusung tema “Home”, perayaan Natal tahun ini diarahkan untuk mengajak seluruh keluarga memahami makna rumah sebagai tempat bertumbuh dalam kasih, penghargaan, dan nilai-nilai kehidupan. Seluruh rangkaian acara berlangsung hangat, penuh kebersamaan, dan sarat pesan edukatif.
Kegiatan diawali dengan ibadah Natal yang diisi pembacaan firman Tuhan, renungan, serta puji-pujian yang dibawakan oleh para siswa. Suasana khidmat berpadu dengan keceriaan ketika anak-anak menampilkan beragam kreativitas, seperti drama musikal, tarian, hingga pembacaan puisi bertema Natal.
Pendeta Diah Nooraini Kristianti yang hadir menyampaikan apresiasi atas penampilan para siswa. Ia menilai anak-anak menunjukkan keberanian, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi secara positif.
Baca juga : Drs. H. Nursalim, M.Pd.I : MAN 2 Kota Kediri Fokus Lahirkan Generasi Religius, Berprestasi, dan Berkarakter
“Anak-anak tampil total dan berani mengekspresikan talenta yang Tuhan berikan. Harapannya, mereka tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, tetapi juga memiliki hikmat dan takut akan Tuhan,” tuturnya.
Kepala SDK Petra Jombang, Harumi Prima Wijayanti, S.Pd., menjelaskan bahwa tema Natal tahun ini sengaja difokuskan pada penguatan relasi keluarga.
“Perayaan ini tidak hanya tentang Natal, tetapi juga menjadi sarana memperbaiki hubungan di rumah. Anak-anak diajak memahami perbedaan antara house dan home, agar rumah menjadi tempat yang penuh kasih, bukan pertengkaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan dirancang agar orang tua terlibat aktif. Untuk siswa kelas 1 hingga 4, perayaan dilakukan bersama orang tua di hari pertama, sementara siswa kelas 5 dan 6 melaksanakan kegiatan di SMP Kristen Petra Jombang.
“Ini kegiatan rutin tahunan yang kami rancang untuk mendekatkan anak dan orang tua, sekaligus membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga,” ungkap Harumi.
Baca juga : Polisi Taksir Ganja Hasil Penggerebekan di Mojongapit Jombang Senilai Rp 600 Juta
Berbagai penampilan siswa merupakan hasil pembinaan minat dan bakat melalui kegiatan ekstrakurikuler. Meski demikian, sekolah tetap menerapkan kebijakan ketat terkait penggunaan gawai.
“Kami tidak mengizinkan siswa membawa gadget ke sekolah, kecuali dalam kondisi tertentu seperti try out kelas 6. Itu pun dengan seizin orang tua dan perangkat dikumpulkan terlebih dahulu,” tegasnya.
Sebagai bentuk sinergi pendidikan, pihak sekolah juga aktif menjalin komunikasi dengan orang tua terkait pendampingan anak di rumah, termasuk saat membutuhkan akses internet.
“Jika anak perlu mencari informasi, pendampingan dilakukan oleh orang tua. Kami berupaya menjaga kesinambungan pendidikan antara rumah dan sekolah,” imbuhnya.
Selain menjadi wadah kreativitas, perayaan Natal juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi pencegahan perundungan. Nilai-nilai komunikasi yang baik dan saling menghargai terus ditekankan dalam kegiatan pembinaan harian.
“Melalui tema ‘Home versus House’, kami ingin menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, baik di rumah maupun di sekolah,” pungkas Harumi.
Melalui perayaan Natal ini, SDK Petra Jombang menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, empati, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai Natal diharapkan dapat dihidupi siswa dalam keseharian, sebagai bekal membangun masa depan yang berkeadaban.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





