OJK Jangkau 10,8 Juta Peserta Edukasi Keuangan Sepanjang Semester I 2026

OJK Tuntaskan 184 Perkara Penyidikan hingga Semester I 2026, Sita 41 Aset Terkait Tindak Pidana Perbankan Syariah
Konferensi Pers RDK Juni 2026 (OJK)

JAKARTA, LINGKARWILIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui berbagai program edukasi di seluruh Indonesia. Sepanjang periode 1 Januari hingga 25 Juni 2026, OJK telah menggelar 2.571 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 10.857.935 peserta.

Melalui siaran pers Rapat Dewan Komisaris (RDK) Juni 2926, OJK menyebut selain kegiatan tatap muka, OJK juga mengoptimalkan platform digital Sikapi Uangmu sebagai media edukasi keuangan. Selama periode tersebut, platform tersebut menerbitkan 196 konten edukasi yang berhasil menarik 1.813.581 penonton (viewers).

Di bidang pembelajaran digital, Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU) mencatat 13.229 pengguna, dengan 12.388 kali akses modul dan 8.978 sertifikat kelulusan yang telah diterbitkan.

OJK juga terus memperluas Program OJK PEDULI (Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia) yang diluncurkan sejak April 2025.

Baca juga : Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Kediri Susun Naskah Akademik Raperda Penataan Usaha Hiburan dan Rekreasi

Hingga 25 Juni 2026, program tersebut telah melibatkan 44.085 duta literasi keuangan yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), segmen prioritas, hingga mahasiswa.

Dalam upaya memperkuat budaya literasi keuangan nasional, OJK mengimplementasikan program GENCARKAN.

Sejak Januari hingga 25 Juni 2026, tercatat 31.178 program edukasi telah diselenggarakan dengan total jangkauan mencapai 102 juta peserta di seluruh Indonesia.

Program tersebut terdiri atas:

  • 14.338 kegiatan edukasi tatap muka, dan
  • 16.840 konten edukasi digital.

Pelaksanaannya telah menjangkau 395 dari 514 kabupaten/kota, atau sekitar 76,85 persen wilayah Indonesia.

Dalam rangka Bulan Literasi Keuangan 2026, OJK bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK menggelar edukasi bertema “Perempuan Berdaya Finansial: Literasi Keuangan Keluarga untuk Mewujudkan Masyarakat Sejahtera” pada 9 Juni 2026 di Jakarta.

Kegiatan yang diikuti sekitar 4.000 anggota TP-PKK secara luring dan daring tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman perempuan mengenai pengelolaan keuangan keluarga, investasi yang aman, produk jasa keuangan, hingga pemanfaatan teknologi finansial secara bijak.

Selain itu, OJK juga terus memperkuat program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) melalui Bimbingan Teknis Pelaporan KEJAR yang digelar di Semarang pada 19 Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti industri perbankan di Jawa Tengah sebagai bagian dari penguatan budaya menabung sejak usia dini.

Baca juga : Minat Baca Masyarakat di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kediri Tetap Tinggi

OJK juga berkolaborasi dengan International Labour Organization (ILO) melalui program Desa Berdaya.

Pelatihan bagi 25 desa pendamping berlangsung pada 2–4 Juni 2026 di Nusa Tenggara Barat. Program tersebut bertujuan memperluas akses keuangan bagi masyarakat rentan melalui edukasi keuangan dan pendampingan di sejumlah desa, di antaranya Desa Buwun Mas (Lombok Barat) dan Desa Mangkung (Lombok Tengah).

Untuk mempercepat akses keuangan daerah, OJK juga memperkuat koordinasi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) melalui berbagai kegiatan sepanjang Juni 2026.

Beberapa agenda yang telah dilaksanakan antara lain:

  • Rapat Pleno TPAKD se-Provinsi Lampung pada 11 Juni 2026 yang membahas arah strategis, evaluasi program kerja, serta sosialisasi KEJAR Award 2026.
  • Rapat Koordinasi Daerah TPAKD Jawa Tengah pada 18 Juni 2026 di Semarang, yang sekaligus meluncurkan program unggulan TPAKD 2026 serta penandatanganan komitmen pengembangan keuangan inklusif.
  • Capacity Building TPAKD Kalimantan Barat di Pontianak pada 18 Juni 2026 yang difokuskan pada peningkatan kapasitas TPAKD sesuai Roadmap TPAKD 2026–2030.

Melalui berbagai program tersebut, OJK berharap literasi dan inklusi keuangan masyarakat terus meningkat, sehingga masyarakat semakin cakap dalam mengelola keuangan, mampu memanfaatkan layanan keuangan formal secara optimal, serta terhindar dari berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal.***

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *