Tulungagung, LINGKARWILIS.COM — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung mencatat peningkatan signifikan angka kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025. Meski jumlah kejadian dan korban meningkat, seluruh peristiwa kecelakaan tersebut dipastikan terjadi di luar kawasan wisata di Kabupaten Tulungagung.
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila, menyampaikan bahwa selama Operasi Lilin Semeru 2025 tercatat sebanyak 39 kejadian kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah tersebut, lima orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 59 orang lainnya mengalami luka ringan.
Jika dibandingkan dengan pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2024, jumlah kecelakaan mengalami lonjakan cukup tajam. Pada tahun sebelumnya, kecelakaan lalu lintas tercatat sebanyak 22 kejadian dengan nihil korban meninggal dunia dan 35 korban luka ringan.
“Berdasarkan perbandingan data tersebut, terjadi peningkatan kecelakaan lalu lintas sebesar 40 persen atau bertambah 17 kasus. Tahun ini juga terdapat lima korban meninggal dunia,” ujar AKP Taufik Nabila, Selasa (6/1/2026).
Baca juga : Jembatan Brawijaya Kediri dengan Tampilan Barunya Memukau Warga
Ia menjelaskan, salah satu kejadian kecelakaan menonjol selama operasi berlangsung terjadi di ruas Jalan Aryojeding, Kecamatan Rejotangan. Kecelakaan tersebut melibatkan pengendara sepeda motor Honda CBR yang bersenggolan dengan Honda Beat. Akibat benturan itu, pengendara CBR terpental ke jalur berlawanan dan akhirnya bertabrakan dengan sebuah mobil.
Selain penanganan kecelakaan, Satlantas Polres Tulungagung juga mengintensifkan upaya pencegahan pelanggaran lalu lintas. Selama dua pekan operasi, petugas melaksanakan 18.705 kegiatan preemtif serta 7.281 kegiatan preventif di wilayah hukum Polres Tulungagung.
AKP Taufik menilai, meningkatnya angka kecelakaan tidak terlepas dari minimnya pelaksanaan penindakan tilang secara manual. Saat ini, penindakan pelanggaran lebih difokuskan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
“Pelanggaran lalu lintas memiliki keterkaitan erat dengan terjadinya kecelakaan. Sementara tilang manual saat ini sangat terbatas karena penindakan lebih difokuskan pada ETLE,” ungkapnya.
Baca juga : SMPN 1 Kota Kediri Raih Predikat Sekolah Role Model Moderasi Beragama Tingkat Jawa Timur
Terkait pengamanan jalur wisata, Taufik menyebut arus lalu lintas di Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung sempat mengalami kepadatan. Namun kondisi tersebut hanya terjadi pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 15.30 hingga 19.00 WIB.
Ia menegaskan, kepadatan tersebut bukan disebabkan oleh lonjakan pengunjung di objek wisata Tulungagung, seperti Pantai Gemah. Pada sore hari, kawasan wisata tersebut sudah relatif sepi pengunjung.
“Kepadatan arus lalu lintas di JLS Gemah terjadi karena arus balik wisatawan dari Pantai Mutiara, Kabupaten Trenggalek. Jadi bukan dari wisata di Tulungagung,” pungkasnya.***
Reporter : Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





