LINGKARWILIS.COM – Pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025 di Kabupaten Tulungagung dinilai berhasil menurunkan angka kecelakaan lalu lintas secara signifikan.
Selama dua pekan pelaksanaan operasi, Satlantas Polres Tulungagung mencatat 13 kasus kecelakaan, menurun drastis dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 19 kasus.
Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Ahmad Zainudin, mengungkapkan bahwa dari total 13 kecelakaan tersebut, terdapat 30 korban luka ringan.
Tidak ada korban luka berat maupun meninggal dunia, sama seperti tahun sebelumnya. Penurunan jumlah kecelakaan ini disebut mencapai 32 persen dibanding Operasi Patuh Semeru 2024.
Polres Malang Gagalkan Peredaran 30 Gram Sabu, Pelaku Diciduk di Wagir
“Pada Operasi Patuh Semeru 2024, ada 34 korban luka ringan. Tahun ini turun menjadi 30, tanpa korban luka berat dan meninggal. Ini menunjukkan tren positif dalam upaya kami menekan kecelakaan,” jelasnya, Rabu (30/7/2025).
Menurut Zainudin, keberhasilan ini tidak lepas dari tingginya jumlah pelanggar yang terjaring selama operasi. Sebanyak 6.306 pelanggar lalu lintas diberi sanksi berupa teguran, disertai edukasi agar lebih tertib dalam berlalu lintas.
“Dengan banyaknya pelanggar yang kami tegur, kami sekaligus melakukan sosialisasi pentingnya keselamatan. Penindakan tahun ini juga meningkat 495 persen dibanding tahun lalu, dan itu menunjukkan hasil yang efektif,” tegasnya.
Di sisi lain, terjadi pergeseran titik rawan kecelakaan atau *black spot*. Jika sebelumnya berada di jalan raya Ngantru, kini lokasi tersebut berpindah ke jalan raya Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, dengan radius sekitar 1 kilometer.
“Jalur ini padat kendaraan, sempit, dan minim penerangan di malam hari. Banyak pengendara tidak sabar saat kondisi macet, mencoba mendahului, dan akhirnya menimbulkan kecelakaan,” tambah Zainudin.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran berlalu lintas, terutama di titik-titik rawan tersebut, guna menciptakan lingkungan jalan yang aman dan tertib.
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





