Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Ornamen Gapura Paduraksa yang berada di area belakang Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan ambruk akibat terjangan angin kencang disertai hujan deras, Senin (22/12/2025) sore. Insiden ini terjadi saat cuaca ekstrem melanda wilayah Lamongan dan sekitarnya.
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap bangunan ornamen yang roboh. Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menyampaikan, saat ini fokus utama pemerintah daerah adalah pembersihan material bangunan yang runtuh.
“Sekarang masih proses pembersihan karena waktunya sudah sore. Setelah libur nanti akan kami tata ulang dengan konsep yang lebih baik. Ornamen itu memang hanya elemen dekoratif, berbahan kayu dan gips, sehingga tidak dirancang untuk menahan terpaan angin kencang,” ujar Pak Yes, Selasa (23/12/2025), usai menghadiri kegiatan Awarding Lingkungan Hidup di Pendopo Pemkab Lamongan, didampingi Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andhy Kurniawan.
Baca juga : Damkar Kota Kediri Evakuasi Korban Kebakaran di Bank Jatim Ruko Diponegoro
Selain mengevaluasi kerusakan ornamen, Pemkab Lamongan juga menangani berbagai dampak cuaca ekstrem lainnya, seperti banjir dan pohon tumbang di sejumlah titik wilayah perkotaan.
Sebagai upaya mitigasi, pemerintah daerah melakukan pemangkasan hingga penebangan pohon-pohon yang dinilai berpotensi tumbang. Pemotongan dilakukan dengan batas ketinggian maksimal delapan meter guna meminimalkan risiko saat hujan lebat dan angin kencang.
“Hari ini pohon-pohon rawan sudah kami potong dan bersihkan. Prosesnya dilakukan bertahap agar potensi bencana serupa bisa ditekan,” jelasnya.
Langkah antisipasi tersebut juga diterapkan di sepanjang jalur Pantura Lamongan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan gangguan akibat cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlanjut hingga awal tahun.
Terkait banjir, Pak Yes menyebut Kelurahan Made dan Sukomulyo menjadi wilayah yang memerlukan penanganan khusus karena genangan air di kawasan tersebut dapat bertahan cukup lama.
Baca juga : Persik Kediri Matangkan Persiapan Jelang Menjamu Persis Solo
Sebagai solusi, Pemkab Lamongan mengoperasikan pompa di kolam retensi serta membersihkan saluran air, sungai, dan selokan yang mengalami penyumbatan.
“Kami aktifkan pompa di kolam retensi dan memastikan aliran air menuju ke sana lancar. Untuk wilayah Made dan Sukomulyo, juga kami siagakan pompa mobile agar genangan cepat teratasi dan dialirkan ke Kali Plalangan,” terangnya.
Bupati Yuhronur berharap, melalui langkah evaluasi dan mitigasi terpadu tersebut, dampak banjir serta risiko cuaca ekstrem di Kabupaten Lamongan dapat diminimalkan. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem di masa mendatang.
“Mulai hari ini semua kita benahi dan evaluasi, supaya Lamongan ke depan lebih siap menghadapi cuaca ekstrem,” pungkasnya.***
Reporter : Suprapto
Editor : Hadiyin






