TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM – Proses otopsi terhadap jasad bayi yang ditemukan terkubur di Desa Sanggrahan Lor, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, telah rampung dilakukan. Hasil sementara dari tim forensik mengindikasikan bahwa bayi tersebut meninggal akibat mati lemas, yang diduga disebabkan oleh kekurangan oksigen.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Boyolangu, Aiptu Wahyudi, proses otopsi berlangsung di Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD dr. Iskak Tulungagung selama tiga jam, dimulai pukul 14.00 WIB hingga 17.00 WIB. Pemeriksaan tersebut turut melibatkan tim dari Polda Jawa Timur untuk pengumpulan sampel yang dibutuhkan penyelidikan lanjutan.
“Proses berjalan lancar, namun memakan waktu karena ada pengambilan sampel darah, urine, dan tulang paha bayi untuk keperluan tes DNA,” terang Wahyudi, Minggu (3/8/2025).
Bayi malang tersebut diketahui memiliki berat 2,8 kilogram dan panjang tubuh 53 sentimeter. Dari hasil pemeriksaan, penyebab kematian sementara diarahkan pada mati lemas akibat tidak mendapat cukup oksigen. Ditemukan pula luka di area leher yang memunculkan dua kemungkinan penyebab: adanya tindakan cekik atau trauma saat proses persalinan.
Baca juga : Pemkab Tulungagung Siapkan Rp 5 Miliar untuk Relokasi Dua Kantor Polsek
“Belum bisa dipastikan apakah luka di leher disebabkan karena dicekik atau akibat proses kelahiran yang tidak normal. Kami masih mendalaminya,” imbuh Wahyudi.
Lebih lanjut, penyidik juga menelusuri keterangan dari MA (23), ibu dari bayi tersebut. Dalam pengakuannya, MA sempat menyebut dirinya menenggelamkan kepala bayinya ke dalam ember berisi air. Untuk mendalami dugaan ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil uji destruksi asam yang sedang dilakukan oleh Polda Jatim.
Usai otopsi selesai, jasad bayi langsung dimakamkan di pemakaman umum tak jauh dari lokasi penemuan. Sementara MA saat ini masih dirawat intensif pasca-melahirkan di RSUD dr. Iskak.
Baca juga : Cegah PMK Kembali Muncul Saat Musim Pancaroba, Pemkab Tulungagung Gencarkan Vaksinasi Ternak
Sebelumnya diberitakan, bayi laki-laki ditemukan dalam kondisi meninggal dan telah dikubur dekat rumah MA pada Sabtu malam (2/8/2025). Berdasarkan keterangan MA, ia melahirkan tanpa bantuan medis pada Selasa (29/7/2025), dan baru mengubur jasad bayi pada Rabu (30/7/2025) setelah mengklaim sempat kehilangan kesadaran usai proses persalinan.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin





