PAD Sektor Pasar Tulungagung 2025 Tembus Rp 5,3 Miliar, Pasar Ngemplak Tertinggi, Mulyosari Terendah

PAD Sektor Pasar Tulungagung 2025 Tembus Rp 5,3 Miliar, Pasar Ngemplak Tertinggi, Mulyosari Terendah
Aktivitas pedagang di Pasar Ngemplak Tulungagung, dimana pasar ini merupakan penyumbang retribusi pasar tertinggi atas capaian PAD pasar 2025 (isal)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM — Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar di Kabupaten Tulungagung sepanjang tahun 2025 mencatat kinerja positif. Realisasi pendapatan bahkan melampaui target yang telah ditetapkan, dengan capaian mencapai 113 persen. Dalam catatan Disperindag, Pasar Ngemplak menjadi kontributor PAD terbesar, sementara Pasar Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, tercatat sebagai penyumbang terendah.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung, Muhammad Khabib, menjelaskan bahwa target PAD sektor pasar tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp 4,7 miliar, termasuk penyesuaian pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

Namun hingga akhir tahun, realisasi pendapatan justru melampaui target. Total PAD yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar Rp 5,3 miliar atau meningkat lebih dari Rp 600 juta dibandingkan target awal.

Baca juga :Persik Kediri Datangkan Bek Spanyol, Chechu Antusias Perkuat Macan Putih

“Target PAD 2025 sebesar Rp 4,772 miliar, sedangkan realisasinya mencapai Rp 5,383 miliar. Artinya, ada kelebihan sekitar Rp 611 juta atau setara 113 persen,” ujar Khabib, Jumat (16/1/2026).

Menurutnya, salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan tersebut adalah kebijakan penyesuaian tarif karcis atau retribusi pelayanan pasar yang diberlakukan pada pertengahan 2025. Jika sebelumnya besaran retribusi dibedakan berdasarkan jenis komoditas dagangan, kini tarif disesuaikan dengan kelas pasar.

Dampaknya paling terasa bagi pedagang kios yang sebelumnya hanya membayar retribusi Rp 1.000 per hari, kemudian naik menjadi Rp 2.000 per hari. Sementara itu, pedagang los dikenai tarif Rp 500 per hari.

“Sekarang tidak lagi dibedakan antara pedagang sayur, daging, atau lainnya. Semua disesuaikan dengan kelas pasar. Untuk kios Rp 2.000 per hari dan los Rp 500 per hari,” jelasnya.

Selain penyesuaian tarif, penerapan sistem retribusi elektronik atau e-retribusi juga dinilai berkontribusi terhadap optimalisasi PAD pasar. Hingga kini, sekitar 1.600 pedagang di seluruh pasar Tulungagung telah terdaftar dalam sistem e-retribusi.

Baca juga : Pedagang Daging Sapi Kediri Keluhkan Omzet Merosot hingga 50 Persen, Salah Satunya Karena Pogram MBG

Dalam penerapannya, pedagang diwajibkan membuka rekening khusus untuk pembayaran retribusi. Saldo di rekening tersebut kemudian akan dipotong secara otomatis setiap bulan sesuai jadwal dan besaran tarif yang ditentukan.

“Terdapat dua skema e-retribusi, yakni virtual account dan autodebet. Saat ini mayoritas pedagang masih menggunakan sistem autodebet,” terangnya.

Terkait kontribusi masing-masing pasar, Khabib menyebut Pasar Ngemplak masih menjadi penyumbang retribusi terbesar dengan capaian hampir Rp 1 miliar per tahun. Posisi kedua ditempati Pasar Bandung.

Sementara itu, Pasar Mulyosari di Kecamatan Pagerwojo menjadi pasar dengan retribusi terendah. Sepinya aktivitas perdagangan akibat minimnya jumlah pedagang serta kalah bersaing dengan pedagang sayur keliling menjadi faktor utama rendahnya pendapatan pasar tersebut.

“Pasar Mulyosari hanya mampu menyumbang sekitar Rp 6,2 juta dalam setahun. Bahkan Pasar Wage yang dikenal sepi masih bisa menghasilkan sekitar Rp 200 juta per tahun,” pungkasnya.***

Reporter : Sholeh Sirri

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D