Jombang, LINGKARWILIS.COM – Kabupaten Jombang meneguhkan peran pentingnya dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Dua komoditas strategis, padi dan tebu, diprioritaskan sebagai tulang punggung pembangunan pertanian di daerah ini.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Moch. Ronny, menyampaikan capaian produksi padi nasional tahun 2025 yang mencapai 4 juta ton menjadi bukti kemajuan. Jombang sendiri tercatat sebagai salah satu dari 10 daerah dengan lahan tanam padi terluas di Jawa Timur.
“Padi tetap menjadi komoditas unggulan dengan rata-rata luas tanam 75.000 hektare setiap tahun. Kami jalankan program Budidaya Tanaman Sehat (BTS) yang fokus pada peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, serta keberlanjutan lingkungan,” jelas Ronny, Rabu (24/9/2025).
Baca juga : Beredar Informasi Ada Aksi Unjuk Rasa di Dinas Pertanian Kota Kediri, Polisi Turunkan Pasukan
Selain padi, pemerintah juga menargetkan swasembada gula pada 2028 melalui program bongkar ratoon (BR) tebu. Tahun ini, Jombang menargetkan 2.500 hektare BR, dengan realisasi sementara mencapai 1.299 hektare.
“Strategi bongkar ratoon sudah berjalan sejak tahun ini. Untuk Jombang, targetnya 2.500 hektare dengan pelaksanaan Oktober hingga November, dan ditargetkan tuntas pada 2026,” lanjutnya.
Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan dukungan penuh terhadap agenda nasional tersebut.
“Kami siap mengawal program hilirisasi dan bongkar ratoon tebu. Ini bagian dari komitmen Jombang terhadap swasembada gula di masa depan,” tegasnya.
Baca juga : Jumlah Tersangka Kerusuhan di Kota Kediri Bertambah Jadi 52 Orang, Ini Penjelasan Kasat Reskrim
Warsubi optimis, kolaborasi lintas sektor akan mempercepat pencapaian target. “Dengan gotong royong petani, pabrik gula, pemerintah daerah, serta dukungan TNI, saya yakin target bisa tercapai,” pungkasnya.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





