PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Upaya mendukung ketahanan pangan nasional terus diperkuat oleh jajaran Polres Ponorogo. Hasilnya mulai terlihat, salah satunya lewat panen jagung varietas Bhayangkara yang dilakukan di atas lahan seluas tiga hektare milik Polres Ponorogo. Total hasil panen mencapai 32 ton, atau setara 10,9 ton per hektare.
Panen raya ini dilaksanakan pada Senin (21/4/2025) dan dihadiri langsung oleh Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo serta Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
Kapolres Andin mengungkapkan rasa optimisme terhadap hasil panen varietas jagung hybrida Bhayangkara tersebut. Menurutnya, panen ini merupakan langkah konkret dalam mendukung program Astacita Presiden Prabowo Subianto, terutama pada aspek ketahanan pangan nasional.
Baca juga : Sebanyak 77 Pelajar Terbaik Resmi Terpilih Jadi Anggota Inti Paskibraka Kabupaten Kediri 2025
“Ini adalah bentuk komitmen Polri dalam mendukung program swasembada jagung. Setelah ini, kami akan menjalin kerja sama dengan PT Ponorogo Agro Mandiri dan Bulog untuk proses distribusi hasil panen,” tegas Kapolres.
Selain mendukung kebijakan nasional, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Polres Ponorogo dalam memberdayakan potensi lokal, baik melalui pemanfaatan lahan tidur maupun penguatan kerja sama dengan stakeholder pertanian.
Sementara itu, Bupati Sugiri Sancoko menilai bahwa varietas jagung Bhayangkara memiliki keunggulan signifikan dibanding varietas konvensional, khususnya dari aspek daya tahan tanaman dan kualitas hasil panen.
Baca juga : Disnaker Kabupaten Kediri Tegaskan Tidak Ada Warganya yang Jadi Korban TPPO
“Seharusnya panen dilakukan 15 hari yang lalu. Tapi meskipun tertunda, pohon tetap tegak dan tidak roboh. Ini membuktikan bahwa varietas Bhayangkara memang tangguh dan layak dikembangkan,” jelas Sugiri.
Ia juga menyampaikan rencana strategis untuk memperluas pemanfaatan varietas ini ke seluruh desa di Ponorogo. Setiap desa diharapkan memiliki minimal satu hektare lahan jagung Bhayangkara sebagai kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah sekaligus memperkuat penggunaan produk lokal.
“Benih ini unggul, produksinya tinggi, dan dikembangkan oleh Ponorogo sendiri. Kami dorong masyarakat untuk beralih ke jagung Bhayangkara agar ketahanan pangan berbasis produk lokal bisa benar-benar terwujud,” pungkasnya.
Langkah ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang kemandirian ekonomi melalui pertanian berbasis lokal yang terintegrasi.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





