Pemakaman Umum Kelurahan Tosaren, Kota Kediri, Penuh, Terpaksa, Satu Liang Digunakan untuk Delapan Jenazah

Pemakaman Umum Tosaren Penuh, Satu Liang Digunakan untuk Delapan Jenazah
Makam Kelurahan Tosaren (Kayyisatul)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Kondisi memprihatinkan terjadi di Pemakaman Umum Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Lahan makam yang terbatas membuat satu liang lahat kini harus digunakan untuk memakamkan hingga delapan jenazah dengan selang waktu antar jenazah 4 sampai 5 tahun.

Fenomena ini diungkapkan oleh Pak Qodir, pengelola makam yang biasa disebut juru kunci, saat ditemui di lokasi, Senin (13/10/2025). Menurutnya, padatnya area makam terjadi karena lokasi tersebut menjadi tempat pemakaman bagi warga dari sekitar sepuluh kelurahan, di antaranya Tosaren, Bangsal, Betet, Ngletih, Blabak, Burengan, Jamsaren, Pakunden, Singonegaran, Tempurejo, dan Tinalan.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

“Setiap minggu hampir selalu ada yang dimakamkan di sini. Tapi lahannya sudah penuh, jadi satu liang bisa dipakai beberapa jenazah,” tutur Pak Qodir.

Pemakaman Tosaren sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan kini dikelola secara turun-temurun oleh keluarga Mbah Sucitro, juru kunci generasi ketiga, yang kini diteruskan oleh anaknya, Pak Qodir (42).

Baca juga : Universitas Jember Teliti Model Bisnis Kopi Spesialti, Seduhlur Kafe Kediri Jadi Lokasi Uji Rasa

Seluruh biaya operasional dan perawatan makam ditanggung pribadi oleh keluarga pengelola tanpa dukungan dana dari pemerintah setempat.

“Biaya perawatan semua dari kami sendiri. Tidak ada dana dari kelurahan. Alat kebersihan, listrik untuk penerangan, semua dari dana pribadi atau sumbangan dari peziarah,” jelasnya.

Keterbatasan lahan membuat pengelola terpaksa menerapkan sistem penumpangan makam. Biasanya, pembongkaran dilakukan pada makam yang sudah lama tidak dikunjungi keluarga, sekitar tiga hingga empat tahun. Namun, penumpangan tidak dilakukan sembarangan.

“Kalau yang meninggal masih keluarga dari makam lama, boleh ditumpangkan. Tapi kalau bukan, kami arahkan untuk mencari lokasi lain. Karena lahan tersisa di sini sudah sangat terbatas,” ujarnya.

Hingga kini, tidak ada alokasi dana resmi dari pemerintah untuk pemeliharaan area makam. Seluruh tanggung jawab mulai dari kebersihan, penataan, hingga keamanan ditanggung penuh oleh keluarga pengelola.

Kondisi ini mencerminkan pengabdian dan keikhlasan para juru kunci dalam menjaga fasilitas publik yang seharusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah.

Baca juga : Tahun Depan, Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri Siap Terima Siswa SD dan SMP

“Makam ini untuk umum. Kami hanya berharap ada perhatian dari pemerintah agar perawatan makam dan kesejahteraan para juru kunci bisa lebih diperhatikan,” harap Pak Qodir.

Meski tanpa dukungan resmi, keluarga pengelola tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Bagi mereka, menjaga dan merawat makam bukan sekadar pekerjaan, melainkan amal jariyah dan bentuk pengabdian yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Fenomena padatnya Pemakaman Umum Tosaren menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah akan perlunya kebijakan baru dalam pengelolaan lahan pemakaman serta perhatian terhadap kesejahteraan para juru kunci yang telah berperan menjaga fasilitas umum selama ini.***

Reporter: Kayyisatul Masruroh

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *