TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM — Pemerintah Kabupaten Tulungagung berencana membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) guna menunjang operasional becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Saat ini, pemerintah daerah tengah melakukan pemetaan lokasi yang dinilai paling strategis untuk pembangunan fasilitas tersebut.
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menegaskan bahwa program becak listrik tidak akan memberatkan para penerimanya. Pemerintah daerah, kata dia, akan memberikan dukungan penuh, mulai dari perawatan rutin hingga penggantian komponen utama.
“Becak listrik ini kami pastikan tidak menjadi beban bagi para tukang becak. Servis rutin akan ditanggung pemerintah daerah, begitu juga penggantian aki jika terjadi kerusakan,” ujar Gatut Sunu Wibowo, Minggu (11/1/2026).
Baca juga : CFD Kota Kediri Kian Ramai, Parkir Penuh Sejak Pagi Jadi Indikator Geliat Ekonomi Warga
Ia menjelaskan, baterai atau aki becak listrik tersebut dilengkapi garansi selama enam bulan. Apabila mengalami kerusakan dalam masa tersebut, penerima bantuan dapat melakukan penggantian tanpa dipungut biaya. Selain itu, Pemkab Tulungagung juga berkomitmen menyediakan fasilitas pengisian daya agar operasional becak listrik berjalan optimal.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung, Iswahyudi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi dengan PLN Tulungagung terkait penyediaan SPKLU. PLN, lanjutnya, menyatakan kesiapan untuk mendukung pengisian daya kendaraan listrik tersebut.
Sebagai tahap awal, Dishub Tulungagung akan mengirimkan surat resmi permohonan penyediaan SPKLU kepada PLN. Setelah itu, kedua pihak akan melakukan survei bersama untuk menentukan titik-titik pembangunan.
“Kami akan mengajukan permohonan terlebih dahulu ke PLN. Setelah itu, dilakukan survei guna menentukan lokasi SPKLU yang paling sesuai,” jelas Iswahyudi.
Menurutnya, survei tersebut bertujuan memetakan lokasi yang mudah dijangkau oleh para tukang becak, terutama di titik-titik yang biasa digunakan untuk mangkal. Dengan demikian, pengisian daya dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.
Baca juga : Awal 2026, Harga Durian di Kediri Masih Tinggi karena Panen Raya Belum Datang
Beberapa lokasi yang telah dipastikan memungkinkan untuk pembangunan SPKLU antara lain Stasiun Tulungagung dan Terminal Tipe A Gayatri, yang selama ini menjadi pusat aktivitas tukang becak.
“Jumlah SPKLU akan menyesuaikan hasil survei dan sebaran lokasi mangkal tukang becak. Terminal dan stasiun sudah masuk dalam rencana, sementara titik lainnya akan ditentukan kemudian,” pungkasnya.***
Reporter : Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





