Batu, LINGKARWILIS.COM – Penanganan kawasan rawan di Jembatan Kembar Cangar kini tidak lagi semata bertumpu pada aspek fisik. Pemerintah Kota Batu mulai mengedepankan pendekatan kesehatan mental sebagai bagian dari strategi pencegahan.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan bahwa upaya mitigasi tidak cukup hanya dengan pemasangan pagar atau fasilitas pengaman lainnya. Ia menilai, banyak peristiwa tragis berakar dari tekanan psikologis yang tidak tertangani.
“Pencegahan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana kita hadir untuk masyarakat yang sedang mengalami tekanan mental,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Sebagai langkah konkret, Pemkot Batu menggandeng berbagai pihak untuk menghadirkan layanan konseling serta hotline darurat yang dapat diakses masyarakat kapan saja. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang aman bagi warga untuk mencari bantuan sebelum menghadapi situasi yang lebih berat.
Baca juga : Peringati Hari Otonomi Daerah, Wali Kota Kediri : Momentum Meningkatkan Semangat Melayani Masyarakat
Di sisi lain, penguatan infrastruktur tetap dilakukan. Pemkot Batu berkoordinasi dengan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur untuk pemasangan pagar tambahan di titik rawan, serta peningkatan pengawasan melalui CCTV yang terintegrasi dengan command center.
Tak hanya itu, patroli rutin oleh Satpol PP juga akan diperketat, terutama pada jam-jam rawan. Perbaikan penerangan jalan turut menjadi prioritas guna menghilangkan kesan gelap dan sepi di kawasan tersebut.
Langkah ini mencerminkan perubahan pendekatan dalam pengelolaan ruang publik berisiko. Pemkot Batu tidak hanya membangun pengaman fisik, tetapi juga memperkuat perlindungan sosial melalui dukungan kesehatan mental.
Baca juga : Ganggu Ketertiban, Manusia Silver Diamankan Satpol PP Kediri
Dengan kombinasi keduanya, kawasan Cangar diharapkan menjadi ruang yang lebih aman, nyaman, dan manusiawi bagi masyarakat.***
Reporter : Arief Prabowo
Editor : Hadiyin






