Blitar, LINGKARWILIS.COM – PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) menggelar Training of Trainers (TOT) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Blitar Raya Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di KDKMP Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Rabu (16/9/2026).
Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan yang dipimpin langsung Direktur Marketing dan Keuangan PT Agrinas Pangan Nusantara, Paulo Simoes. Turut hadir Kasdim 0808/Blitar Mayor Inf Imam Suyoso, S.Ag., jajaran Forkopimcam, para Danramil Kodim 0808/Blitar, perwakilan lurah dan kepala desa, pengurus Koperasi Merah Putih, serta petugas SPPI KMP se-Kota dan Kabupaten Blitar.
Dalam kesempatan tersebut, Paulo Simoes menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong dalam mendirikan KDKMP Karangsari hingga dapat berdiri dan beroperasi.
Ia menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden dan Menteri Koperasi, jaringan KDKMP nantinya akan menjadi bagian dari penyaluran berbagai barang bersubsidi.
Baca juga : PMI Kabupaten Kediri Salurkan Air Bersih ke Wilayah Rawan Kekeringan di Mojo
Menurut Paulo, keberadaan KDKMP merupakan salah satu bentuk kehadiran negara dalam menggerakkan roda perekonomian dari tingkat desa. Penguatan ekonomi masyarakat desa diharapkan dapat bermuara pada peningkatan kesejahteraan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Paulo menegaskan, KDKMP merupakan amanat konstitusi sebagaimana Pasal 33 UUD 1945. Salah satu tujuan pengembangannya adalah memangkas rantai distribusi yang panjang sehingga masyarakat dapat memperoleh barang dengan harga lebih terjangkau.
“Melalui pola distribusi baru yang memotong jalur birokrasi—dari produsen langsung ke KDKMP lalu ke masyarakat—harga barang dapat ditekan menjadi jauh lebih terjangkau, sementara hasil panen petani dipastikan mendapat harga jual yang layak dan adil,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan peran negara dalam pengembangan KDKMP antara lain menyediakan sarana dan infrastruktur gerai, membangun sistem digitalisasi yang transparan, membuka akses pembiayaan, hingga menjadi offtaker produk UMKM lokal.
Sementara operasional koperasi, kata Paulo, tetap mengedepankan prinsip demokrasi ekonomi dan gotong royong. Pengelolaan tersebut dilakukan melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa.
“Negara tidak mendikte arah koperasi, melainkan menyediakan panggung bagi warga untuk memegang kendali atas perekonomian wilayahnya sendiri,” ujarnya.
Baca juga : Lagi, Bakar Sampah Tak Ditunggu, Lahan Jati di Mojo Kediri Terbakar
Sementara itu, Kasdim 0808/Blitar Mayor Inf Imam Suyoso, S.Ag., menilai pelaksanaan TOT memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas para pengelola KDKMP.
Menurutnya, pembekalan melalui kegiatan tersebut diperlukan agar para pengelola memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai tugas dan pengelolaan koperasi.
Ia berharap TOT dapat mendorong percepatan operasional sekaligus pengembangan KDKMP di seluruh wilayah Blitar Raya sehingga pelaksanaan program strategis nasional tersebut dapat berjalan secara optimal di lapangan.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





