KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmturi Melati Wonojoyo 2 yang berlokasi di Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri, resmi beroperasi.
Kehadiran dapur gizi ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makanan sehat bagi anak-anak, tetapi juga diharapkan mampu mendorong penguatan ekonomi dan sosial masyarakat setempat, Senin (19/1/2026).
Ketua Yayasan Palmturi, Wahab CB, menjelaskan bahwa pendirian SPPG mengusung konsep multiplier effect. Program ini dirancang agar memberikan dampak berlapis, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal, pelibatan relawan desa, hingga pemberdayaan pemasok bahan pangan dari lingkungan sekitar.
“SPPG ini tidak semata menyediakan makanan, tetapi juga membangun ekosistem sosial dan ekonomi desa,” tegas Wahab.
Peresmian SPPG Palmturi Melati turut dihadiri warga, unsur RT/RW, Muspika, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, serta 19 kepala sekolah calon penerima manfaat.
Baca juga : Charity Movement Jadi Wadah Pengembangan Diri Anak Panti Asuhan di Kota Kediri
Para undangan diajak melihat langsung alur operasional dapur, mulai dari sterilisasi peralatan, proses memasak, pemorsian makanan, hingga sistem distribusi, guna memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan terpenuhi.
Antusiasme masyarakat untuk terlibat dalam program ini terbilang tinggi. Pada saat pembukaan rekrutmen tenaga kerja pada November lalu, tercatat sebanyak 687 pelamar. Namun, sesuai kuota dan standar yang ditetapkan pusat, hanya 47 orang yang dapat diterima.
“Kami menyadari minat masyarakat sangat besar. Untuk saat ini belum semua bisa tertampung, namun peluang akan terbuka seiring peningkatan kapasitas dapur,” ujarnya.
Saat ini, Yayasan Palmturi mendapat amanah mengelola empat dapur SPPG dengan sistem manajemen mandiri. Setiap dapur dilengkapi kepala dapur, ahli gizi, bagian akuntansi, tim memasak, serta petugas kebersihan yang bekerja sesuai standar operasional prosedur Badan Gizi Nasional (BGN). Pada tahap awal, SPPG Palmturi Melati melayani sekitar 1.500 penerima manfaat, dengan target kapasitas maksimal mencapai 3.000 anak secara bertahap.
Baca juga : Kasus PMK Bertambah, 53 Sapi di Kabupaten Kediri Terpapar dan Satu Dilaporkan Mati
Kepala Desa Wonojoyo, Dwi May Susanto, mengapresiasi keberadaan SPPG Palmturi yang dinilainya mampu menekan angka pengangguran sekaligus menggerakkan roda perekonomian desa. Ia juga menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan akses jalan menuju lokasi dapur agar aktivitas masyarakat semakin berkembang.
Sementara itu, Kepala SPPG Palmturi Melati, Petrus Febrian, memastikan seluruh relawan telah mengikuti pelatihan dan mengantongi sertifikasi. Pemenuhan gizi disesuaikan dengan kelompok usia, dengan standar kalori 600–800 kalori untuk anak usia dini hingga kelas 1–3 SD, serta 800–1.000 kalori untuk siswa kelas 4–6 SD hingga remaja tingkat SMP dan SMA.
“Program ini juga didukung edukasi gizi Isi Piringku yang akan dilaksanakan secara rutin di sekolah-sekolah.” ujarnya.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





