Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Untuk menekan kenaikan harga kebutuhan pokok, Polres Ponorogo bersama Yayasan Kemala Bhayangkari menggelar bazar murah. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan sembako dengan harga lebih terjangkau.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengungkapkan, ada 1.500 paket sembako yang dijual dalam bazar ini. Setiap paket berisi beras 3 kg, minyak 1 liter, gula 1 kg, kecap manis, susu kental manis, dan sirup, dengan harga di bawah pasaran.
“Kami menjual sembako lebih murah agar masyarakat bisa menjangkau kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar AKBP Andin Wisnu Sudibyo, Senin (10/3/2025).
Baca juga : BPBD Kabupaten Kediri Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem di Musim Peralihan
Selain digelar di halaman Mapolres Ponorogo, bazar murah ini juga dilaksanakan serentak di setiap Polsek di Bumi Reyog. Dari total 1.500 paket, sebanyak 500 paket dijual di Mapolres, sementara 1.000 paket lainnya didistribusikan ke Polsek-Polsek.
“Kami ingin semua masyarakat merasakan manfaatnya, makanya kegiatan ini juga kami laksanakan di seluruh Polsek,” tambahnya.
Kapolres juga menyebutkan, bazar murah ini rencananya akan digelar secara kontinu hingga menjelang Idulfitri, mengingat tingginya antusiasme masyarakat.
Baca juga : Warga Binaan Lapas Blitar Melahirkan Bayi Kembar, Identitas Ayah Tak Diketahui, Kini Diadopsi
“Jika memang diperlukan, kami akan melanjutkan kegiatan ini secara rutin,” ujarnya.
Bazar ini mendapat sambutan positif dari warga, salah satunya Rina (40), warga Kecamatan Jambon. Ia merasa sangat terbantu karena harga yang ditawarkan lebih murah dibanding harga pasar.
“Beras di sini hanya Rp 35 ribu, lebih murah Rp 4 ribu dari harga pasaran. Minyak juga lebih murah Rp 3 ribu, begitu pula gula yang di luar bisa mencapai Rp 17 ribu sampai Rp 18 ribu,” ungkapnya.
Sementara itu, Sutiyah (47) berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut, terutama saat Ramadan di mana harga sembako cenderung naik.
“Kalau bisa digelar terus, jadi warga bisa lebih terbantu. Terima kasih Polres Ponorogo,” ujarnya. ***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin





