Ponpes Wali Barokah dan LDII Kota Kediri Temui Ketua Umum MUI, Silaturahim di Bulan Ramadan

Silaturahim Ramadan, Ponpes Wali Barokah dan LDII Kota Kediri Temui Ketua Umum MUI
Ponpes Wali Barokah dan LDII Kota Kediri Temui Ketua Umum MUI (Ist)

KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Bulan suci Ramadan dimanfaatkan Pondok Pesantren Wali Barokah bersama LDII Kota Kediri untuk memperkuat tali ukhuwah dengan bersilaturahim kepada Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Anwar Iskandar. Pertemuan berlangsung di Ponpes Al Amien, Minggu (22/2/2026).

Rombongan dipimpin Pengasuh Ponpes Wali Barokah, Sunarto, didampingi Wakil Ketua H. Agung Riyanto, Sekretaris Daud Soleh, serta Humas Asyhari Eko Prayitno.

Selain menjalin silaturahim, kunjungan tersebut juga dimaksudkan untuk menyampaikan undangan kepada Ketua Umum MUI agar berkenan memberikan tausiyah dalam agenda Buka Puasa Bersama yang akan digelar di Ponpes Wali Barokah pada 4 Maret 2026.

Anwar Iskandar menyambut positif undangan tersebut dan menyatakan kesediaannya untuk hadir dengan menyesuaikan jadwal. Ia menegaskan, Ramadan merupakan momentum penting untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan umat.

Baca juga : Satlantas Polres Kediri Kota Intensifkan Patroli Obyek Vital dan Tertibkan Parkir Liar

“Insya Allah kami siap hadir. Silaturahim dan buka puasa bersama bukan sekadar tradisi, tetapi sarana mempererat persaudaraan dan menguatkan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Sementara itu, Sunarto berharap kehadiran Ketua Umum MUI Pusat dapat memberikan suntikan motivasi spiritual bagi para santri maupun masyarakat luas. Rencananya, kegiatan buka puasa bersama tersebut akan dihadiri unsur Forkopimda, OPD, Forkopimcam, serta tokoh lintas agama yang tergabung dalam FKUB.

Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah, H. Agung Riyanto, menilai silaturahim ini menjadi wujud sinergi antara pesantren, LDII, dan para ulama dalam menjaga harmoni serta stabilitas di Kota Kediri.

Baca juga : BPBD Kabupaten Kediri Mengimbau Waspada Cuaca Ekstrem di Awal Puasa

“Kami berharap tausiyah beliau nanti menjadi energi positif bagi penguatan karakter religius masyarakat,” tandasnya.***

Redaktur: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *