LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang terus menggodok persiapan pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk Sekolah Rakyat yang dijadwalkan dimulai pada tahun ajaran 2025/2026. Program unggulan ini direncanakan akan mulai bergulir pada bulan Juli mendatang.
Bupati Jombang, Warsubi, menyampaikan bahwa saat ini proses seleksi calon siswa untuk jenjang SMP dan SMA sudah berjalan. Seleksi tersebut melibatkan berbagai elemen, mulai dari camat, kepala desa, hingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.
“Untuk jenjang SMP dan SMA, Rombel sudah terpenuhi. Jenjang SD masih proses karena kuotanya belum tercapai,” ujarnya, Kamis (24/4).
Dalam pelaksanaannya nanti, Pemkab menyiapkan dua lokasi sebagai pusat kegiatan belajar, yakni lapangan Desa Denanyar dan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojoagung. Namun, lokasi di Mojoagung hanya akan difokuskan untuk siswa jenjang SMP dan SMA karena keterbatasan fasilitas.
Tarif Baru AS Guncang Perajin Tahu di Jombang
“Dari Kemensos disarankan memulai dari jenjang SMA dulu, dua Rombel saja. Proses ini masih kami matangkan,” imbuh Warsubi.
Program Sekolah Rakyat ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Mekanismenya, setiap kecamatan akan mengirimkan tiga calon siswa. Dengan total 21 kecamatan, akan terkumpul 63 peserta untuk kemudian diseleksi menjadi 50 siswa di masing-masing jenjang pendidikan.
Kabupaten Jombang sendiri menjadi daerah percontohan nasional untuk pelaksanaan Program Sekolah Rakyat yang merupakan inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah pusat disebut telah menyiapkan anggaran sebesar Rp210 miliar guna mendukung keberlangsungan program ini.
“Ini komitmen kami untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan,” kata Warsubi. (st2)
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





