Blitar, LINGKARWILIS.COM – Persiapan operasional Sekolah Rakyat (SR) di Kota Blitar terus dimatangkan. Sambil menunggu proses pembangunan selesai, Dinas Sosial Kota Blitar mulai memberikan gambaran terkait kriteria calon siswa yang akan diterima di sekolah tersebut.
Kepala Dinsos Kota Blitar, Eka Atikah mengatakan, Sekolah Rakyat diperuntukkan khusus bagi siswa dari keluarga kurang mampu, terutama kategori miskin ekstrem dan anak putus sekolah.
“Jadi tidak semua siswa bisa masuk ke SR. Nantinya ada seleksi. Intinya siswanya berasal dari kalangan tidak mampu dan putus sekolah,” ujar Eka Atikah, Minggu (24/5/2026).
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat yang dibangun di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar direncanakan mampu menampung sekitar 270 siswa mulai jenjang SD, SMP hingga SMA.
Baca juga : Gubernur Khofifah Pimpin Tanam Perdana Program Bongkar Ratoon Tebu di Kediri
Tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kota Blitar, sekolah tersebut juga membuka kesempatan bagi siswa dari luar daerah dengan syarat masuk dalam kategori keluarga miskin ekstrem atau berada pada desil 1 hingga 2.
“Nantinya ada verifikasi calon siswa. Dengan begitu, yang sekolah benar-benar dari kalangan tidak mampu atau putus sekolah,” tambahnya.
Menurut Eka, konsep Sekolah Rakyat akan menggunakan sistem asrama. Seluruh siswa nantinya diwajibkan tinggal di lingkungan sekolah selama menjalani pendidikan.
Berbagai fasilitas penunjang juga telah disiapkan, mulai dari asrama, kebutuhan makan dan minum, perlengkapan sekolah hingga kemungkinan penyediaan laptop untuk mendukung proses belajar siswa.
Karena menerapkan sistem boarding school, nantinya juga akan ada aturan khusus terkait jadwal kepulangan siswa ke rumah masing-masing.
Baca juga : Patroli Jumat Gaul Polres Kediri Kota Sasar Balap Liar dan Knalpot Brong, Motor Pretelan Diamankan
Secara umum, konsep Sekolah Rakyat disebut mengadopsi pola pendidikan sekolah unggulan dengan fasilitas lengkap guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin






