Pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung Dimulai Oktober 2026, Ditargetkan Beroperasi Awal 2027

Pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung Dimulai Oktober 2026, Ditargetkan Beroperasi Awal 2027
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin saat memberikan pernyataan terkait pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung (isal)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tulungagung akan segera direalisasikan. Pemerintah Kabupaten Tulungagung menargetkan sekolah tersebut sudah dapat beroperasi pada awal tahun 2027.

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kemensos terkait progres pembangunan Sekolah Rakyat. Dari hasil komunikasi tersebut, masih terdapat sejumlah persyaratan administrasi yang harus dilengkapi sebelum proses pembangunan dimulai.

bayar PBB Kota Kediri

Saat ini, Pemkab Tulungagung tengah menyiapkan dokumen pendukung sesuai arahan dari Kemensos. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi yakni perizinan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), karena lokasi pembangunan sekolah berada setelah aliran sungai sehingga membutuhkan pembangunan jembatan terlebih dahulu.

Baca juga : Sebanyak 19 Pejabat Pemkab Tulungagung Diperiksa, KPK Dalami Dugaan Pengondisian Proyek Pengadaan Barang dan Jasa

“Di depan lokasi lahan Sekolah Rakyat terdapat sungai, sehingga harus ada izin dari BBWS terlebih dahulu. Sebab sebelum pembangunan sekolah dimulai, jembatan menuju lokasi harus dibangun lebih dulu,” ujar Ahmad Baharudin, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, apabila seluruh persyaratan telah terpenuhi, Menteri Sosial dijadwalkan melakukan survei lokasi pada Agustus 2026. Lokasi pembangunan Sekolah Rakyat sendiri telah disetujui berada di sisi timur Rusunawa Jepun.

Selain itu, Kemensos juga telah memastikan pembangunan fisik Sekolah Rakyat akan dimulai pada Oktober 2026. Pembangunan jembatan maupun gedung sekolah nantinya sepenuhnya dibiayai oleh Kemensos dan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

“Kami hanya menyiapkan lahan dan mengurus proses perizinan. Untuk anggaran berasal dari Kemensos, sedangkan pelaksana pembangunan dari Kementerian PU,” jelasnya.

Terkait rencana pembukaan Sekolah Rakyat rintisan, Ahmad Baharudin menyebut Pemkab Tulungagung belum memiliki rencana membuka program tersebut. Hal itu disebabkan keterbatasan fasilitas atau lokasi yang dapat digunakan sebagai sekolah sementara.

Baca juga : Dinkes Kabupaten Kediri Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Penyebaran Hantavirus

Menurutnya, dengan jadwal pembangunan yang dimulai pada Oktober 2026, Sekolah Rakyat di Tulungagung diperkirakan sudah dapat difungsikan pada awal 2027.

Setelah pembangunan selesai, Pemkab Tulungagung akan menyiapkan kebutuhan tenaga pendidik serta peserta didik yang berasal dari kalangan masyarakat prasejahtera.

“Prioritas kami saat ini menyelesaikan pembangunan terlebih dahulu. Setelah itu baru kami menyiapkan kebutuhan guru dan penerima manfaat dari Sekolah Rakyat tersebut,” pungkasnya.***

Reporter : Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *