KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Memasuki puncak musim hujan sebagaimana diprediksi BMKG pada Februari, wilayah Kabupaten Kediri dilanda cuaca ekstrem, Senin (2/3) sore. Hujan deras disertai angin kencang, petir, hingga angin puting beliung memicu sejumlah kejadian bencana di berbagai kecamatan.
Data dari BPBD Kabupaten Kediri mencatat, angin kencang menerjang Desa Darungan, Kecamatan Pare, sekitar pukul 15.48 WIB. Sebuah pohon tumbang dan menutup akses jalan raya Kediri–Pare. Proses evakuasi melibatkan personel BPBD, Damkar, Tagana, serta aparat Polres Kediri.
Peristiwa serupa terjadi di Desa Bogo, Kecamatan Plemahan. Hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan pohon tumbang dan menutup jalur Kediri–Jombang. Penanganan dilakukan bersama BPBD dan warga setempat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Joko Sukrisno, menyebut dampak cuaca ekstrem juga terjadi di Desa Krenceng, Kecamatan Kepung. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan akibat terpaan angin kencang, di antaranya milik Katimin, Dariyono, Yuliasih, dan Ali Yanto.
Baca juga : IPDA Arifin Pimpin Sapa Pagi, Satlantas Polres Kediri Kota Intensifkan Pengendalian Lalu Lintas
Selain itu, luapan Sungai Serinjing di Desa Kepung menyebabkan genangan di enam rumah warga dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter dan berangsur surut pada malam hari. Rumah yang terdampak antara lain milik Mus, Jaka, Sutini, Sipon, Heru, Yanti, Bonari, Mat, Mudah, dan Ani.
Luapan sungai juga terjadi di Desa Tertek dan Desa Pelem, Kecamatan Pare, akibat tingginya debit air dari hulu serta sumbatan sampah. Jalan raya Pare tergenang hingga 30 sentimeter. Di Dusun Ngeblek, Desa Pelem, tujuh rumah warga terdampak. Beberapa rumah, termasuk milik Hartono, Ika Puji, Lamini, Galuh, dan Susilo, sempat terendam hingga satu meter sebelum akhirnya surut pada malam hari.
Genangan juga tercatat di Desa Watugede, Kecamatan Puncu, yang merendam Jalan Raya Pare–Wates setinggi kurang lebih 30 sentimeter dan berdampak pada rumah warga. Di Desa Gedang Sewu, Kecamatan Pare, luapan air menggenangi Jalan Dusun Parerejo setinggi 30 sentimeter. Sementara di Desa Satak, Kecamatan Puncu, air meluber ke jalan Dusun A. Yani serta akses penghubung Desa Satak–Desa Manggis.
Baca juga : Pemkot Kediri Lakukan Pengawasan dan Tera Ulang SPBU, Pastikan Takaran dan Mutu BBM Sesuai Standar
Tak hanya banjir, bencana tanah longsor turut terjadi di Desa Medowo. Material longsor menutup akses Jalan Sidodadi menuju Desa Besowo, termasuk jalur Dusun Besowo Timur dan Dusun Kenteng Barat. Longsor di perbatasan Desa Besowo dan Desa Kebonrejo juga menyebabkan bagian belakang rumah Slamet jebol.
Longsor lain dilaporkan terjadi di area perkebunan PT Mangli yang menutup akses Jalan Damar Wulan menuju Perumahan Mangli. Penanganan dilakukan oleh pihak perusahaan. Selain itu, longsor di SDN Damar Wulan 2 dan SDN Medowo 2 mengakibatkan tembok pagar sekolah roboh.
“Sejauh ini tidak ada korban jiwa dari seluruh kejadian tersebut,” ujar Joko.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi selama puncak musim hujan.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






