Daerah  

Ramai Pengunjung! Savana Tulungagung Tak Jadi Terapkan Sistem Drive-Thru

Ramai Pengunjung! Savana Tulungagung Tak Jadi Terapkan Sistem Drive-Thru
Terlihat aktivitas perdagangan pada event Savana Tulungagung di Jalan W.R Supratman yang ramai dikunjungi masyarakat untuk berburu takjil (isal/Lingkar)

LINGKARWILIS.COM– Pelaksanaan event Sentra Aneka Variasi Takjil Nusantara (Savana) Tulungagung ternyata mengalami perubahan dari konsep awal yang direncanakan. Semula, acara ini dirancang dengan sistem drive-thru, namun akhirnya dijalankan sebagai pasar takjil konvensional.

Kepala Bidang Keselamatan Jalan (Kesjal) Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung, Mohani, menjelaskan bahwa selama Ramadan 2025, sebagian Jalan W.R. Supratman, khususnya di jalur sebelah barat, difungsikan sebagai lokasi pasar takjil. Sementara itu, jalur sebelah timur tetap digunakan untuk lalu lintas kendaraan.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Event Savana Tulungagung dijadwalkan berlangsung selama 29 hari, mulai Sabtu (1/3/2025) hingga Sabtu (29/3/2025). Sedikitnya, 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut serta dalam kegiatan ini, menawarkan beragam jajanan takjil kepada masyarakat.

“Pemilihan lokasi di Jalan W.R. Supratman ini didasarkan pada letaknya yang strategis serta kondisi arus lalu lintas yang relatif lancar,” ujar Mohani, Minggu (9/3/2025).

Warga Sambirejo, Desa Tiron Minta Penghentian Sementara Pemasangan Tiang Pancang Tol Kediri-Tulungagung

Menurut Mohani, konsep awal event ini sebenarnya dirancang dengan sistem drive-thru, di mana pedagang hanya perlu menyiapkan dagangan mereka, dan pembeli bisa mengambil takjil pilihan mereka tanpa turun dari kendaraan. Namun, konsep tersebut urung diterapkan, dan Savana Tulungagung kini berfungsi sebagai pasar takjil biasa.

“Sebelum menjadi pasar dengan banyak lapak dan pembeli yang berjalan kaki untuk memilih jajanan, konsep awalnya adalah drive-thru. Namun, akhirnya tidak terlaksana,” ungkapnya.

Alasan utama perubahan konsep ini adalah kesiapan pedagang yang masih terbatas dalam menyediakan makanan dalam kemasan siap saji. Sebagian besar makanan perlu diolah langsung di lokasi sebelum disajikan. Selain itu, tingginya antusiasme pengunjung menyebabkan area Savana selalu dipadati pembeli.

Melihat situasi tersebut, Dishub Tulungagung menyesuaikan konsep agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat yang ingin berburu takjil.

“Ada jenis makanan yang memang harus dimasak langsung di tempat, sehingga sistem drive-thru belum memungkinkan. Oleh karena itu, kami menyesuaikan dengan kondisi yang ada, agar pelaksanaan event tetap berjalan optimal,” pungkasnya.

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Shadinta Aulia Sanjaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *