Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Partai pengusung Sugiri Sancoko untuk Pilbup Ponorogo mendatang berpotensi mengalami perpecahan setelah beredarnya surat rekomendasi dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang justru memberikan dukungan kepada penantang, Ipong Muchlissoni.
Sebelumnya, PAN bersama tiga partai lainnya, yaitu Demokrat, PDI Perjuangan, dan Golkar, telah memberikan isyarat mendukung petahana Sugiri Sancoko untuk kembali maju dalam Pilbup Ponorogo. Bahkan, PKS sudah secara resmi memberikan surat rekomendasi untuk Sugiri. Namun, munculnya surat dari PAN yang mendukung Ipong Muchlissoni menimbulkan ketidakpastian di kalangan partai pendukung.
Surat rekomendasi tersebut, yang bertipe B.Persetujuan.Parpol.KWK, ditandatangani oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, dan Sekretaris Jenderal Eddy Soeparno pada 17 Juli 2024. Surat ini menyetujui pencalonan Ipong Muchlisoni sebagai Bupati Ponorogo dengan Segoro Luhur Kusuma Daru sebagai calon wakilnya.
Baca juga : Pj Wali Kota Kediri Berangkatkan Atlet Balap Sepeda, Beri Semangat Untuk Bertanding
Menanggapi hal ini, Ketua DPD PAN Ponorogo, Wahyudi Purnomo, mengaku belum menerima surat tersebut secara resmi, meskipun ia sudah melihat foto surat yang beredar. “Saat ini saya belum dapat kabar dari DPP kalau ada surat rekomendasi yang sudah keluar. Tapi saya pernah foto, saya juga sudah tahu fotonya itu. Tapi apakah itu resmi apa tidak saya gak tahu,” ungkap Wahyudi pada Jumat (2/8/2024).
Wahyudi menegaskan bahwa pihaknya akan tetap tegak lurus mengikuti keputusan dari DPP, selama prosedur yang ditetapkan telah dilalui dengan benar. Ia juga menyatakan bahwa DPD PAN Ponorogo telah mengajukan semua nama calon yang mendaftar melalui DPD PAN ke tingkat pusat sesuai prosedur.
“Saya pribadi secara prinsip akan samina wa athona kepada DPP selama prosedur itu (rekomendasi) sesuai dengan apa yang kita ajukan mulai ditingkat DPD hingga pusat,” tegasnya.
Baca juga : Hanya Dalam Waktu 6 Bulan, Sudah Ada 1754 Kasus Perceraian di Kabupaten Kediri
Wahyudi memilih untuk tidak berspekulasi lebih jauh terkait surat rekomendasi tersebut dan lebih memilih menunggu surat tembusan resmi dari DPW maupun DPP sebelum mengambil sikap lebih lanjut. “Ya meskipun yang difoto itu ada tanda tangan pak ketum, saya tetap tunggu dan sabar dulu,” pungkasnya.***
Reporter : Sony Dwi P
Editor : Hadiyin





