KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Menindaklanjuti keluhan pelanggan terkait terganggunya pasokan air bersih di kawasan Jalan Sentono dan Jalan Al Huda, PDAM Kota Kediri langsung melakukan penanganan cepat dengan membersihkan pipa induk pada Senin malam (29/12/2025). Pekerjaan dilakukan mulai pukul 23.00 WIB agar tidak menghambat aktivitas warga pada siang hari.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya memastikan distribusi air kembali lancar dalam waktu singkat. Koordinator Teknik PDAM Kota Kediri, Heri, mengatakan penanganan malam hari merupakan bagian dari komitmen pelayanan maksimal kepada pelanggan.
“Begitu ada laporan masuk, langsung kami tindak lanjuti malam ini. Tim melakukan flushing atau pembersihan pipa induk sepanjang kurang lebih 40 meter, mulai dari Jalan Imam Bonjol hingga kawasan Jalan Hayani Barat,” ujar Heri saat ditemui di lokasi.
Baca juga : Akhir Tahun 2025, Wali Kota Kediri Salurkan Gerobak Usaha dan Bansos untuk PKL Terdampak Relokasi
Dalam proses tersebut, PDAM menerjunkan tujuh personel teknis untuk membuka bak kontrol dan mengecek kondisi jaringan pipa. Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak ada sumbatan yang menjadi penyebab gangguan aliran air.
“Pembongkaran bak kontrol ini untuk memastikan kondisi pipa. Setelah pekerjaan selesai besok pagi, area akan langsung ditimbun kembali dan kondisi jalan dipulihkan,” jelasnya.
Heri menambahkan, pembersihan jaringan pipa induk sebenarnya dilakukan secara berkala. Namun, mengingat usia pipa yang sudah cukup lama, perawatan intensif tetap diperlukan, terutama ketika muncul keluhan dari masyarakat.
“Perawatan besar biasanya dilakukan setiap empat hingga lima tahun. Tetapi jika ada aduan warga, kami tidak menunggu jadwal dan langsung bergerak,” tegasnya.
Baca juga : Akhir Tahun 2025, Wali Kota Kediri Salurkan Gerobak Usaha dan Bansos untuk PKL Terdampak Relokasi
PDAM menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada pagi hari agar suplai air ke wilayah terdampak segera kembali normal. Respons cepat tersebut pun disambut baik oleh warga, yang berharap distribusi air bersih dapat kembali stabil.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





