Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Jumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo dipastikan mengalami penurunan pada tahun 2026. Hal ini seiring banyaknya pegawai yang memasuki masa purna tugas.
Berdasarkan data dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Ponorogo (BKPSDM), lebih dari 480 ASN dijadwalkan pensiun sepanjang tahun ini. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 468 orang.
Kabid Mutasi dan Promosi BKPSDM Ponorogo, Imam Mashudi, menjelaskan bahwa tren pensiun ASN setiap tahun memang berada di kisaran 400 hingga 500 orang.
“Rata-rata setiap tahun memang di angka itu. Tahun ini sekitar 480 orang, naik dari tahun lalu yang 468 orang,” ujarnya.
Baca juga : Ular Piton 3 Meter Gegerkan Warga Kediri Saat Memangsa Ayam
Ia menambahkan, sektor pendidikan masih menjadi penyumbang terbesar angka pensiun. Sekitar 50 persen ASN yang purna tugas berasal dari kalangan guru, seiring dominasi jumlah pegawai di bidang tersebut.
Selain pensiun reguler, terdapat pula pengajuan pensiun dini. Pada tahun ini, sekitar 10 ASN memilih pensiun lebih awal dengan berbagai pertimbangan, mulai dari kondisi kesehatan hingga alasan pribadi.
“Untuk pensiun dini juga ada beberapa. Nanti tinggal bagaimana penataan pegawai agar tetap optimal,” imbuhnya.
Meski jumlah ASN berkurang cukup signifikan, Imam memastikan hal tersebut tidak akan mengganggu pelayanan publik maupun jalannya pemerintahan. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir Pemkab Ponorogo telah melakukan rekrutmen melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), termasuk PPPK paruh waktu.
Baca juga : Damkar Kabupaten Kediri Latih Pekerja Tol Bandara Cegah Kebakaran
“Saya rasa tidak akan mengganggu pelayanan maupun roda pemerintahan,” tegasnya.
Terkait kemungkinan rekrutmen ASN baru, BKPSDM Ponorogo mengaku hingga kini masih menunggu informasi resmi dari pemerintah pusat. Sementara itu, fokus pemerintah daerah saat ini adalah melakukan penataan pegawai, mengingat belanja pegawai yang masih tergolong tinggi.
“Untuk rekrutmen baru tahun ini kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut,” pungkasnya.***
Reporter : Sony Prasetyo
Editor : Hadiyin






