Ribuan Warga Padati Larung Sesaji Gunung Kelud, Tradisi Sakral Sekaligus Magnet Wisata Budaya Kediri

Ribuan Warga Padati Larung Sesaji Gunung Kelud, Tradisi Sakral Sekaligus Magnet Wisata Budaya Kediri
Prosesi ritual Larung Sesaji Kelud di kawasan Gunung Kelud Ngancar Minggu pagi (bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Ribuan masyarakat memadati kawasan wisata Gunung Kelud untuk menyaksikan prosesi sakral Larung Sesaji yang digelar pada Minggu (28/6). Tradisi tahunan yang berlangsung setiap Bulan Suro tersebut kembali menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus bentuk pelestarian warisan leluhur Kabupaten Kediri.

Suasana khidmat terasa sejak awal prosesi. Kepulan asap dupa memenuhi area pelataran Parkir II Gunung Kelud, sementara berbagai sesaji lengkap serta tumpeng polo pendem ditata sebagai bagian dari ritual adat. Para sesepuh kemudian memimpin doa bersama dengan membacakan mantra dan permohonan keselamatan bagi masyarakat serta keberkahan bagi wilayah sekitar Gunung Kelud.

Prosesi semakin menarik ketika sosok yang memerankan Dewi Kilisuci tampil mengenakan busana kerajaan. Dengan langkah perlahan, Sang Ratu membawa bokor berisi bunga yang kemudian diserahkan kepada Camat Ngancar sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah dan budaya Kediri yang erat kaitannya dengan legenda Gunung Kelud.

Baca juga :Β Jumat Berkah, Polsek Kediri Kota Ajak Pengemudi Ojol dan Tukang Becak Sarapan Bersama Sambil Sosialisasikan Kamtibmas

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menjelaskan bahwa Larung Sesaji Gunung Kelud merupakan agenda wisata budaya unggulan yang rutin digelar setiap Bulan Suro.

Menurutnya, selain memiliki nilai spiritual dan budaya, tradisi tersebut juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Gunung Kelud sehingga berdampak positif terhadap peningkatan sektor pariwisata dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Gunung Kelud merupakan salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Kediri. Kehadiran Larung Sesaji semakin memperkuat daya tarik kawasan ini sekaligus memberikan kontribusi terhadap sektor pariwisata daerah,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Dr. Agus Kuncoro dari Kementerian Desa Republik Indonesia. Ia menilai tradisi Larung Sesaji memiliki nilai budaya yang tinggi sehingga perlu terus dijaga keberlangsungannya melalui dukungan seluruh elemen masyarakat.

Baca juga :Β Sebanyak 171 Peserta Ramaikan Lomba Lukis Bulan Bung Karno di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri

Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam prosesi bersama para sesepuh menjadi bukti bahwa upaya melestarikan budaya lokal masih terus berlangsung dan memiliki regenerasi yang baik.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Sugihwaras, Mariana, mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung Larung Sesaji Gunung Kelud terus mengalami peningkatan setiap tahun.

Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa tradisi tersebut masih mendapat tempat di hati warga sekaligus menjadi potensi budaya yang layak terus dikembangkan.

“Setiap tahun jumlah pengunjung terus bertambah. Ini menunjukkan masyarakat memiliki kepedulian besar terhadap pelestarian budaya warisan leluhur Kabupaten Kediri,” katanya.***

Reporter: Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *