Kediri, LINGKARWILIS.COM – Lahan tebu di Kabupaten Kediri kembali terbakar. Kali ini, lahan tebu seluas sekitar empat hektare di Dusun Kutukan, Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar, terbakar pada Senin (10/8/2026) malam.
Kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp105 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Khaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui oleh petugas keamanan yang hendak menutup portal akses menuju lahan tebu.
Saat berada di lokasi, satpam tersebut melihat kobaran api yang semakin membesar hingga menimbulkan bola api.
“Khawatir api meluas akibat hembusan angin yang kencang, satpam segera menghubungi Pos Damkar Ngadiluwih,” kata Khaleb.
Baca juga : Musim Kemarau, Petani Cabai Kediri Waspadai Serangan Virus Kuning
Mendapat laporan tersebut, petugas pemadam kebakaran langsung menuju lokasi dengan mengerahkan satu armada yang membawa 250 liter air serta lima personel untuk melakukan pemadaman.
Petugas harus bekerja ekstra karena kondisi angin berpotensi membuat kobaran api cepat merambat ke bagian lahan lainnya.
“Petugas Damkar dengan satu armada berisi air 250 liter dan lima personel mendatangi lokasi kebakaran untuk memadamkan api yang membesar,” jelasnya.
Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Petugas memastikan seluruh titik api benar-benar padam sehingga kebakaran tidak merembet ke lahan maupun lokasi lain di sekitar kejadian.
“Kebakaran berhasil dipadamkan sehingga tidak merembet ke lokasi lain dan tidak mengganggu warga,” pungkas Khaleb.
Baca juga : Dewan Kembali Desak Pemkab Kediri Percepat Perbaikan Jalan Rusak di Perbatasan Sambi-Srikaton
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran lahan tebu tersebut masih belum diketahui. Petugas terkait masih melakukan penanganan dan pendataan terhadap dampak kebakaran.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





