KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Ribuan warga tumpah ruah mengikuti prosesi sakral Larung Sesaji Gunung Kelud yang digelar bertepatan dengan bulan Suro, Minggu (6/7/2025). Tradisi tahunan yang sarat nilai spiritual dan budaya ini menjadi magnet wisatawan dari berbagai daerah.
Acara berlangsung di pelataran parkir II kawasan wisata Gunung Kelud, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Pemerintah Kecamatan Ngancar, dan Pemerintah Desa Sugihwaras.
Sebanyak 22 gunungan tumpeng berisi polo pendem (umbi-umbian) dan polo gemandul (buah-buahan) diarak sebagai simbol limpahan hasil bumi dan kemakmuran masyarakat setempat. Prosesi diiringi suguhan kesenian khas Jawa Timur seperti Reog, jaranan, dan tari Gambyong, yang menambah semarak suasana.
Baca juga : Kolaborasi Unik, PASAK dan KVVC G-Unit VW Gelar Touring Wisata Sejarah Kediri
Asap dupa mulai membumbung tinggi, menandai dimulainya ritual larung sesaji. Doa-doa dipanjatkan oleh para tokoh adat dan sesepuh Desa Ngancar. Prosesi dilanjutkan dengan kehadiran simbolik Dewi Kilisuci, tokoh legendaris Kerajaan Kediri, yang didampingi para dayang membawa bokor bunga sebagai persembahan kepada alam.
Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menyebut Larung Sesaji sebagai agenda budaya dan wisata spiritual yang sudah menjadi tradisi tahunan. “Kami terus menjaga eksistensi acara ini karena terbukti mampu menarik kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Sementara itu, Pj Kepala Desa Sugihwaras, Mariana Dwi Novanti, S.Sos, menegaskan dampak positif tradisi ini terhadap roda ekonomi lokal. “Banyak pelaku UMKM seperti penjual makanan, minuman, buah nanas, hingga cenderamata merasakan lonjakan omzet. Jumlah pengunjung pun terus meningkat,” jelasnya.
Baca juga : Polres Kediri Kota Gelar Terapi Gratis, 82 Pasien Dari Berbagai Daerah Merasa Terbantu
Larung Sesaji Gunung Kelud tak hanya melestarikan kearifan lokal, tapi juga memperkuat identitas budaya sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi warga sekitar.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor: Hadiyin






