KEDIRI, LINGKARWILIS.COM –SDN 1 Ngletih, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, menjadwalkan kegiatan Pondok Ramadan yang direncanakan pada 9–13 Maret 2026. Program ini difokuskan untuk memperkuat pembinaan karakter dan nilai spiritual peserta didik menjelang libur Idul Fitri.
Kepala SDN 1 Ngletih, Eka Yudi Kristanto, mengatakan pelaksanaan Pondok Ramadan sengaja ditempatkan mendekati masa libur agar penguatan nilai keagamaan siswa semakin optimal.
“Kegiatan Pondok Ramadan kami gelar menjelang libur Idul Fitri agar keimanan anak-anak semakin terasah. Mereka akan mendapatkan pembinaan rohani dari bapak dan ibu guru, khususnya guru Pendidikan Agama Islam,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Baca juga : OPM Pemkot Kediri Diserbu Warga, Tekan Harga Pangan hingga 13 Maret 2026
Sebagai salah satu sekolah dasar dengan jumlah siswa cukup besar di wilayah timur Kota Kediri, SDN 1 Ngletih memiliki sarana yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran. Sekolah ini menyeimbangkan pencapaian akademik dengan penguatan karakter dan akhlak siswa.
Eka menegaskan seluruh kegiatan sekolah, termasuk Pondok Ramadan, dibiayai melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pihak sekolah memastikan tidak ada pungutan tambahan kepada orang tua.
“Buku paket kami sediakan tanpa biaya. LKS juga sudah kami siapkan melalui Dana BOS, sehingga orang tua tidak perlu membeli di luar,” tegasnya.
Selama Ramadan, durasi pembelajaran turut disesuaikan. Jika pada hari biasa satu jam pelajaran berlangsung 35 menit, maka selama bulan puasa dipersingkat menjadi 25 menit per jam pelajaran.
Baca juga : Dinkes Kediri Fokus Tangani Stunting dan Wasting di Tiga Kecamatan
“Penyesuaian waktu ini agar anak-anak tetap nyaman menjalankan ibadah puasa tanpa mengurangi semangat belajar,” jelasnya.
Pada awal Ramadan, sekolah tetap menjalankan kegiatan akademik seperti biasa. Sementara rangkaian Pondok Ramadan akan dipusatkan di akhir periode sebelum libur, dengan agenda pembinaan rohani serta kemungkinan kolaborasi dengan pihak eksternal guna memperkaya materi keagamaan.
Selain kegiatan intrakurikuler, SDN 1 Ngletih juga aktif mengembangkan minat dan bakat siswa melalui berbagai ekstrakurikuler, seperti pramuka, TIK, rebana, tari, seni gambar dan mewarnai, hingga karate.
Prestasi non-akademik pun telah diraih, terutama dari cabang karate yang rutin dilaksanakan setiap Rabu. Sejumlah siswa berhasil meraih juara di tingkat kota hingga provinsi.
“Siswa kami mampu berprestasi di tingkat kota dan provinsi. Ini menunjukkan pembinaan non-akademik juga kami perhatikan secara serius,” ungkapnya.
Pasca libur Idul Fitri, kegiatan ekstrakurikuler akan dipusatkan setiap hari Rabu agar siswa lebih leluasa memilih dan mengembangkan potensinya.
Di akhir pernyataannya, Eka Yudi mengajak masyarakat, khususnya warga Kelurahan Ngletih dan Kecamatan Pesantren, untuk mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di SDN 1 Ngletih.
“Kami berkomitmen menjaga amanah orang tua untuk membimbing anak menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan keluarga,” pungkasnya.***
Reporter : Agus Sulistyo
Editor : Hadiyin





