Satlantas Polres Tulungagung Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas di beberapa Titik, Ini Daftarnya

Sambut Wisatawan, Sejumlah Titik di Tulungagung Diberlakukan Rekayasa Lalu LintasKasatlantas Polres Tulungagung AKP Jodi Irawan saat mengungkapkan upaya rekayasa lalu lintas selama libur nataru (isal)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Menghadapi perayaan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Satlantas Polres Tulungagung telah menerapkan rekayasa lalu lintas mulai Jumat (22/12/2023).

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan penumpukan kendaraan di beberapa ruas jalan di Tulungagung selama periode liburan.

Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Jodi Irawan, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas dilakukan dengan lebih memprioritaskan arus lalu lintas yang memiliki volume lebih besar.

Baca Juga : Soal Program PTSL di Desa Semen, Ketua DPRD Kabupaten Kediri Langsung Respon, Segera Turun Menggali Informasi   

Jalur provinsi hingga Jalur Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Tulungagung menjadi prioritas, karena diprediksi akan mengalami peningkatan arus lalu lintas sebanyak 150 persen selama masa libur Nataru.

Jalur JLS Tulungagung, yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai destinasi di Tulungagung, menjadi salah satu titik rawan yang mendapatkan perhatian khusus.

“Kami melakukan upaya pengalihan arus sebagai upaya antisipasi kepadatan wisatawan selama libur nataru. Rekayasa lalu lintas ini sudah diberlakukan sejak Rabu (20/12/2023),” kata AKP Jodi Irawan.

Pengalihan arus dimulai dari jembatan Ngujang masuk Desa/Kecamatan Ngantru Tulungagung, di mana alat pembatas jalan telah dipasang untuk mencegah krosing bagi pengendara.

Langkah serupa dilakukan di simpang tiga Ngujang, dengan mematikan lampu traffic light arah selatan dan menggantinya dengan lampu kuning untuk memperlancar arus dari arah utara.

Pengalihan arus juga terjadi di simpang empat rumah sakit lama di Jalan Pahlawan Desa/Kecamatan Kedungwaru Tulungagung, di mana durasi lampu hijau dari arah utara dan selatan diperpanjang.

Sementara di simpang empat Tamanan dan Gleduk, arus lalu lintas diprioritaskan dari arah barat dan timur, yang merupakan jalur provinsi. Jembatan Lembupeteng juga mendapatkan pembatas jalan untuk menghindari krosing.

Di luar wilayah perkotaan, papan jalur alternatif menuju JLS melalui Desa Sawo Kecamatan Campurdarat juga telah dipasang.

Ini bertujuan agar pengendara tidak menggunakan jalur utama melalui Simpang tiga Pasar Bandung masuk Desa/Kecamatan Bandung Tulungagung, untuk mencegah penumpukan kendaraan.

“Rekayasa lalu lintas ini hanya berlaku selama libur nataru, setelahnya, lalu lintas akan dikembalikan seperti semula,” tambahnya.***

Reporter : Soleh Sirri
Editor : Hadiyin

Leave a Reply