Sebanyak 23 Pelajar Terjaring Razia Saat Bolos Sekolah dan Nongkrong di Warung Kopi

23 Pelajar Terjaring Razia Saat Bolos Sekolah dan Nongkrong di Warung Kopi
Petugas saat memberikan edukasi dan pembinaan terhadap pelajar yang bolos sekolah di warung kopi (Satpol PP Tulungagung)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak 23 pelajar di Kabupaten Tulungagung terjaring razia gabungan saat kedapatan membolos sekolah dan menghabiskan waktu di sejumlah warung kopi pada Jumat (12/6/2026). Para siswa yang terjaring langsung didata serta mendapat pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Kasi Pengendalian Operasional Satpol PP Tulungagung, Antas Nasa Nugraha, menjelaskan bahwa razia tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang mengeluhkan banyaknya pelajar berkeliaran di warung kopi pada jam pelajaran.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

“Kegiatan ini kami lakukan bersama Dinas Pendidikan dan Polres Tulungagung dengan menyasar sejumlah warung kopi yang diduga menjadi tempat berkumpul pelajar saat jam sekolah,” ujar Antas.

Sebanyak 29 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut. Petugas mendatangi lima lokasi, yakni Onderan Kota, Pana Social, Kono Kae, Bos’e Pinka, dan Angkringan Pinka yang berada di kawasan perkotaan Tulungagung.

Baca juga :Β PCNU Kabupaten Kediri Sampaikan Surat ke Bupati, Tolak Kebijakan Sekolah Lima Hari

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 23 pelajar yang sedang nongkrong di warung kopi ketika proses belajar mengajar masih berlangsung. Seluruh pelajar tersebut kemudian dimintai keterangan dan didata identitas serta asal sekolahnya oleh petugas Dinas Pendidikan untuk diteruskan kepada pihak sekolah masing-masing.

“Seluruh pelajar yang terjaring kami data dan hasilnya akan disampaikan kepada sekolah sebagai bahan pembinaan lebih lanjut,” jelasnya.

Antas merinci, empat pelajar diamankan di Onderan Kota, empat di Pana Social, dua di Kono Kae, dua di Bos’e Pinka, dan sebelas lainnya di Angkringan Pinka. Mayoritas yang terjaring merupakan siswa tingkat SMP sebanyak 15 orang, sedangkan sisanya berasal dari jenjang SMA dan SMK.

Selain pendataan, petugas juga memberikan edukasi dan pembinaan di lokasi mengenai pentingnya disiplin serta dampak negatif membolos sekolah.

Baca juga :Β Satlantas Polres Blitar Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Melalui Program Polisi Sahabat Anak

Menurut Antas, operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala. Meski dalam waktu dekat memasuki masa libur sekolah, razia akan kembali digelar setelah kegiatan belajar mengajar dimulai untuk menekan angka pelanggaran kedisiplinan pelajar.

“Kami akan terus melakukan pengawasan dan razia secara rutin sebagai upaya pembinaan terhadap para pelajar,” pungkasnya.***

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *