Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ponorogo meningkat selama musim kemarau. Hingga akhir Agustus 2026, puluhan kejadian kebakaran tercatat melanda sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo mencatat terdapat 54 kejadian karhutla hingga 31 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 189,11 hektare.
Kebakaran terjadi di 13 kecamatan yang tersebar di 38 desa. Lokasi terdampak meliputi kawasan hutan, hutan rakyat, hingga lahan milik masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun menyebut beberapa wilayah memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya. Di antaranya Kecamatan Balong, Slahung, Jambon, Bungkal, dan Sambit.
“Beberapa wilayah yang cukup rawan antara lain Balong, Slahung, Jambon, Bungkal, dan Sambit. Masing-masing tercatat mengalami lebih dari empat sampai lima kejadian kebakaran,” kata Masun.
Baca juga : Bapanas Pantau Penyaluran Bantuan Beras di Ponorogo, 107 Warga Jingglong Terima Bantuan
Menurut Masun, kondisi cuaca selama musim kemarau turut memperbesar potensi meluasnya kebakaran. Angin kencang yang disertai banyaknya vegetasi kering seperti daun dan rerumputan membuat api lebih cepat menjalar.
Karena itu, BPBD Ponorogo mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta memastikan api benar-benar padam dan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.
“Kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jangan pula meninggalkan sumber api begitu saja. Dengan kondisi angin kencang dan banyaknya daun kering, api sangat cepat merambat,” tegasnya.
Baca juga : Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak, Penerbangan Jakarta-Kediri Dibatalkan
Masun menambahkan, kewaspadaan masyarakat perlu terus ditingkatkan karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin




