Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Warga Dusun Lengkong Geneng, Desa Pule, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk, digemparkan oleh kemunculan semburan cairan hitam pekat di area hutan setempat. Rekaman video yang menampilkan fenomena tersebut pun dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan menjadi perbincangan hangat.
Namun, menurut Kepala Desa Pule, Luluk Mahfudhotin Zakaria, fenomena itu sebenarnya bukan hal baru. Ia mengungkapkan bahwa sumber semburan yang menyerupai minyak tersebut telah ada sejak masa penjajahan Belanda.
“Sumber minyak ini sudah ada sejak zaman Belanda,” ujar Luluk, Senin (27/10/2025).
Baca juga : Minimalisir Gangguan Kamtibmas, Polres Kediri Kota Gencarkan Patroli Cipta Kondisi
Ia menuturkan, pada masa kolonial, cairan dari sumber tersebut dimanfaatkan sebagai pelumas roda lori atau kendaraan pengangkut barang yang beroperasi di kawasan tersebut.
“Minyak itu dulu digunakan sebagai pengoles roda lori agar bisa berputar lebih lancar,” jelasnya.
Luluk menambahkan, terdapat dua titik sumber minyak di Desa Pule dengan jarak hanya sekitar 10 meter antara satu dan lainnya. Lokasinya berada di kawasan hutan KPH Jombang, petak 78, RPH dan BKPH Munung Jatikalen.
Baca juga : Disdik Nganjuk Janji Prioritaskan Pembangunan Kembali SDN 2 Jatigreges yang Ambruk
Meski cairan tersebut berwarna kehitaman dan berbau menyengat, hingga kini belum ada penelitian resmi yang memastikan kandungan kimianya.
“Belum pernah ada penelitian mendalam mengenai kandungan cairan itu,” pungkasnya.***
Reporter: Inna Dewi Fatimah
Editor : Hadiyin





