Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Prosesi pemakaman Praka Marinir (Anm) Dicky Yogha Priambada, prajurit TNI Angkatan Laut asal Kabupaten Lamongan yang gugur dalam bencana tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, berlangsung penuh haru. Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi pemakaman yang digelar secara militer di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sugio, Kecamatan Sugio, Selasa (3/2/2026) siang.
Almarhum merupakan salah satu dari 23 personel TNI yang menjadi korban musibah longsor saat menjalankan tugas negara. Mereka tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Mobile RI–Papua Nugini, Gobang VII, Yonif 9 Marinir.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, para prajurit tersebut terdiri dari 15 anggota tim Fuog dan 8 personel tim Asiafsaman yang tengah mengikuti latihan sebagai bagian dari persiapan pengamanan wilayah perbatasan.
Baca juga : RTH Simpang Lima Gumul Jadi Destinasi Terfavorit Warga Kediri
Jenazah Praka Mar (Anm) Dicky tiba di rumah duka sekitar pukul 14.20 WIB menggunakan kendaraan kehormatan Korps Marinir TNI AL. Suasana semakin emosional saat peti jenazah diturunkan, terutama ketika istri almarhum tak kuasa menahan tangis.
Sebelumnya, jenazah telah disalatkan di Jakarta sebelum diberangkatkan ke Lamongan untuk dimakamkan. Upacara pemakaman dilaksanakan secara militer di Makam Islam Dusun Sugio, Desa Sugio, Kecamatan Sugio.
Kakak sepupu almarhum, Hadi Susanto, mengungkapkan bahwa kabar hilangnya Praka Dicky pertama kali diterima oleh sang istri dari pihak kesatuan.
“Istri almarhum awalnya diberi tahu bahwa Dicky hilang saat bertugas di Cisarua. Setelah itu baru dipastikan bahwa ia menjadi korban longsor,” ujar Hadi.
Ia juga menceritakan adanya pesan terakhir almarhum yang kini dianggap sebagai firasat. Praka Dicky sempat meminta istrinya untuk membeli payung hitam dan mengirimkannya kepada ibunya.
“Ibunya juga sempat merasakan firasat. Beberapa hari sebelum kejadian, Dicky mengirim payung dan dompet untuk pengajian. Seolah-olah payung itu seperti memayungi jenazahnya,” tutur Hadi.
Kepergian Praka Mar (Anm) Dicky Yogha Priambada meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan, serta masyarakat Lamongan. Almarhum dikenang sebagai prajurit yang berdedikasi dan penuh tanggung jawab dalam mengemban tugas negara.
Sebelumnya, Dandim 0812 Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi tersebut. Ia menyebut proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung sambil menunggu rilis resmi dari TNI dan tim Disaster Victim Identification (DVI).
“Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Proses pencarian masih berjalan, dan kami meyakini almarhum meninggal dalam keadaan husnul khotimah,” kata Letkol Inf Deni saat dikonfirmasi, Jumat (30/1/2026).***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin





