Sudah Akhir 2023, Sertifikat PTSL Belum Jadi, Warga Semen : Uangnya Kemana ?

Warga desa semen resah hingga akhir 2023 sertifikat program PTSL belum jadiKartu Tanda Permohonan PTSL - PM milik MHI (bidu)
Kediri, LINGKARWILIS.COM – Ratusan warga Desa Semen Kecamatan Semen Kabupaten Kediri yang menjadi peserta program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kini semakin resah. Sebab ada yang menunggu hampir 2 tahun tetapi sertifikat mereka belum jadi. Padahal ini sudah akhir Desember 2023.
Salah satu warga Desa Semen berinisial MHI mengaku sudah membayar Rp 700 ribu untuk program PTSL pada Maret 2022 lalu. Guna meyakinkan jurnalis Lingkarwilis.com MHI menunjukkan bukti berupa Kartu Tanda Permohonan PTSL  – PM. Kartu tersebut sebagai tanda bukti untuk pengambilan sertifikat.
“lha wes meh dua tahun lo mas, digantung gak jelas, aku yo wes bayar lunas, patok tuku dewe, sampai saiki sertifikate urung dadi, terus duwite nang ndi,” tanya MHI dengan bahasa jawa.
Bukan hanya MHI, sebelumnya, salah satu penjual sayur berinisial AM yang asli warga Semen memutuskan ikut dan mendaftar program PTSL pada awal 2022 lalu. Karena belum punya uang, AM nekat hutang ke salah satu bank untuk mendapatkan uang yang sebagian dipergunakan guna membayar biaya PTSL sebesar Rp 700 ribu.
“ya karena tidak punya uang waktu itu saya nekat pinjam uang ke bank. Suami saya juga setuju  mumpung ada kesempatan murah mengurus sertifikat tanah. Begitu dapat uang 700 ribu saya bayarkan ke Pokmas,” ujarnya dalam sebuah kesempatan pada Jurnalis Lingkarwilis.com.
Tetapi akhirnya AM kecewa meski sudah membayar penuh namun saat pembagian sertifikat tanah melalui program PTSL pada Agustus 2023 lalu namanya tidak tercantum.
“suami saya langsung menanyakan bahkan berkali kali mengapa sertifikat milik saya belum jadi, tapi jawabannya selalu tidak jelas,” ujarnya sambil menggerutu.
Apa yang disampaikan AM juga sama, dialami SS warga Desa Semen daerah barat. SS mengaku waktu pendaftaran PTSL dia  nekat hutang ke koperasi untuk mendapatkan uang Rp 700 ribu.
Namun sayang harapannya untuk mendapatkan sertifikat pupus sebab dia tidak tercantum dalam daftar penerima sertifikat saat pembagian Agustus lalu.
“saya tidak berani menanyakan mas, saya disini cuma anak mantu,”tambahnya.
Sementara itu Kades Semen Kecamatan Semen Mat Hasyim saat ditanya jurnalis lingkarwilis.com terkait sertifikat program PTSL menyampaikan bahwa untuk  penerbitan sertifikat sudah wewenang BPN.
Kata Mat Hasyim, masih banyak warga peserta program PTSL di Desa Semen yang belum menerima sertifikat. Sesuai data yang dia terima, jumlah total peserta program PTSL adalah 1072, sedangkan sertifikat yang sudah jadi dan diserahkan pada pemilik sebanyak  411 buah.

“Ada 661 yang sertifikatnya belum jadi, masih menunggu penyerahan periode ke 2,” katanya, Selasa (12/12/2023) lalu.

Lalu, kapan pembagian sertifikat periode ke 2 di Desa Semen ? Mat Hasyim tidak bisa menjawab sebab penerbitan sertifikat menurutnya sudah menjadi wewenang BPN.

“berkas-berkas sudah diserahkan di BPN berarti kita bisanya cuma menunggu,” ucap Mat Hasyim.***

Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin

Leave a Reply