Tekad Kuat Thuba Najata, Dari Didikan Tegas Hingga Menjadi Hafidzoh 30 Juz

Tekad Kuat Thuba Najata: Dari Didikan Tegas Hingga Menjadi Hafidzoh 30 Juz
Tjuba saat setoran hafalan (Nisa')

Jombang, LINGKARWILIS.COM – Dentang bel tanda berakhirnya kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren Al Ikhlas Tambak Beras, Jombang, terdengar menggema. Para santri bergegas menuju kamar masing-masing, sementara beberapa masih terdengar melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Di antara mereka, sosok Thuba Najata Mahabbatain tetap duduk khusyuk di kelas, bibirnya terus bergetar membaca ayat demi ayat.

Santri asal Kertosono, Nganjuk, ini dikenal memiliki tekad kuat menjadi hafidzoh di usia muda. Tekad tersebut tumbuh dari lingkungan keluarga yang kental dengan nilai-nilai agama. Kedua orang tuanya merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah, yang juga dikenal disiplin dalam mendidik anak-anaknya, khususnya dalam bidang Al-Qur’an.

Sejak kecil, Thuba dibiasakan hidup dengan kedisiplinan tinggi. Ia mengaku sering mendapat teguran keras dari orang tua maupun guru ketika melakukan kesalahan kecil saat mengaji. Namun, didikan tegas itu justru membentuk mentalnya menjadi kuat dan pantang menyerah.

Baca juga : Dari Lembah Wamena, Papua, ke Panggung UI,  Janji Seorang Cucu yang Menjadi Terang dari Timur

“Dulu sering dimarahi kalau salah baca. Tapi dari situ saya belajar sabar dan tidak mudah menyerah,” ujarnya saat ditemui di MA Al-Mahrusiyah, Kediri.

Pada tahun 2016, di usia 13 tahun, Thuba melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Al Ikhlas Tambak Beras, Jombang, untuk memperdalam hafalan Al-Qur’an sekaligus menempuh pendidikan di tingkat MTs. Perjalanan menjadi hafidzoh tidaklah mudah. Setiap kali naik juz, ia sering jatuh sakit hingga harus dirawat inap. Namun, kondisi itu tak menggoyahkan tekadnya untuk terus menyelesaikan hafalan.

Tak hanya diuji secara fisik, Thuba juga pernah mengalami tekanan sosial karena penampilannya yang berbeda dari teman-teman lain. Meski begitu, ia tetap bertahan hingga akhirnya berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz dan diwisuda sebagai hafidzoh pada tahun 2019, saat usianya baru 16 tahun.

Setelahnya, ia melanjutkan pendidikan di MA Al-Mahrusiyah Lirboyo, Kediri. Ujian demi ujian kembali datang, mulai dari sakit berkepanjangan hingga kembali mengalami perundungan. Namun Thuba terus bertahan dan berhasil menuntaskan pendidikan Aliyah di usia 17 tahun, sebelum melanjutkan ke perguruan tinggi di Malang.

Baca juga : Resep Sate Kambing Maranggi Super Empuk dan Nikmat ala Chef Rudy Choirudin, Yuk Cobain!

Kesedihan mendalam datang ketika ayahandanya meninggal dunia, sosok yang menjadi motivator utama dalam perjalanan spiritual dan pendidikannya. Rasa kehilangan itu sempat membuatnya terpuruk, terlebih saat harus menjalani dua kali operasi usus buntu yang menghambat studinya. Akibatnya, ia terpaksa mengulang kuliah dari awal.

Namun semangatnya untuk meneruskan perjuangan sang ayah membuat Thuba bangkit kembali. Ia kemudian pindah kuliah ke Kediri dan tetap melanjutkan pendidikannya.

Pada tahun 2025, kebahagiaan baru menghampirinya. Ia menikah dengan salah satu putra kiai dari Pondok Pesantren APIS di Sanan Kulon, Blitar. Kini, ia juga turut membantu mengelola pondok pesantren milik keluarga suaminya.

Di tengah kesibukan sebagai istri dan pengabdi di dunia pendidikan agama, Thuba tetap melanjutkan studinya di Universitas Terbuka.

Baginya, setiap perjuangan memiliki ujian dan setiap kesulitan menyimpan pelajaran.

“Tidak ada perjalanan yang benar-benar mulus. Jatuh bangun adalah bagian dari proses. Menyerah bukan pilihan, bertahanlah sampai tiba di garis akhir impian,” ujarnya penuh keyakinan.***

Penulis: Khoirunnisa’

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D