Kediri, LINGKARWILIS.COM – Kecintaan terhadap musik dangdut legendaris melahirkan sebuah komunitas unik yang mengusung gaya khas Rhoma Irama. Komunitas ini dikenal dengan nama “Romi” atau Roma Imitasi, yang kerap tampil memikat dalam berbagai panggung hiburan di Jawa Timur hingga sejumlah daerah di Indonesia.
Jejak komunitas ini sebenarnya telah dimulai sejak 2010 dengan nama “Rompal” (Roma Palsu). Seiring waktu, kelompok tersebut terus berkembang dengan mengikuti karakter musikal dan gaya panggung Soneta Group.
Momentum penting terjadi pada 2018, saat para anggota berkesempatan bertemu langsung dengan sang idola. Dalam pertemuan itu, mereka justru mendapat apresiasi sekaligus nama baru, yakni “Romi” yang terus digunakan hingga kini.
Baca juga : Balita 3 Tahun Ditemukan Meninggal di Ngronggo Kediri, Polisi Lakukan Olah TKP
Salah satu penggagas komunitas, Haryanto, warga Tulungagung, mengungkapkan bahwa kecintaan terhadap sosok Rhoma Irama bukan sekadar pada musik, tetapi juga filosofi yang dibawanya.
“Semua yang digunakan Bang Roma kami pelajari, mulai dari gaya bernyanyi, busana, hingga karakter panggung. Bahkan kami diskusikan bersama agar bisa tampil maksimal,” ujarnya.
Totalitas tersebut terlihat dari penampilan para anggota yang meniru secara detail, mulai dari kostum, gaya rambut, kacamata, hingga ekspresi panggung. Tak hanya itu, instrumen musik hingga ciri khas vokal juga diupayakan mendekati aslinya.
Menurut Haryanto, respons masyarakat pun sangat positif. Setiap penampilan mereka kerap menuai pujian karena dinilai sangat mirip dengan sosok aslinya.
Tak berhenti di panggung lokal, komunitas ini juga pernah tampil di televisi nasional dan kembali dipertemukan dengan Rhoma Irama. Bahkan dalam waktu dekat, mereka dijadwalkan mendapat undangan khusus ke Jakarta untuk tampil dalam sebuah acara bersama sang legenda.
Baca juga : Gasak Ponsel di Nganjuk, Pasutri Residivis Dibekuk di Kediri
Di Jawa Timur, komunitas Romi memiliki banyak anggota aktif. Sementara di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat, komunitas serupa masih menggunakan nama Rompal.
Beberapa anggota yang kerap tampil di wilayah Kediri antara lain Romawin, Jaka Mahendra, Mairama, dan Hadi Irama.
Lebih dari sekadar hiburan, komunitas ini juga membawa misi menjaga nilai-nilai dalam lagu-lagu Rhoma Irama. Bagi mereka, karya sang Raja Dangdut bukan hanya musik, tetapi juga sarana dakwah yang sarat pesan moral dan nilai kehidupan.
“Lagu-lagu Bang Roma bukan hanya enak didengar, tapi juga penuh makna. Itu yang membuat kami terus melestarikannya,” pungkas Haryanto.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin




