LINGKARWILIS.COM – Kobaran api hampir melahap semua isi toko pracangan di Desa Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung pada Jumat (18/10). Dari kebakaran tersebut diduga terjadi karena toko ditinggalkan dalam keadaan kosong dengan kipas angin yang masih menyala.
Menurut Kabid Pemadaman dan Penyelamatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Artista Nindya PutraΒ kebakaran toko pracangan milik Miasri itu pertama kali diketahui oleh warga yang melihat asap hitam dari dalam toko.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.40 WIB, saat toko prancangan dalam keadaan kosong setelah ditinggal pemiliknya. Seorang tetangga bernama Yuyun yang rumahnya berdempetan dengan toko, menjadi saksi pertama kejadian tersebut. Ia panik dan meminta pertolongan warga setempat karena khawatir api akan merambat ke rumah-rumah sekitar.
Artista menjelaskan setelah mendengar teriakan Yuyun, warga segera keluar rumah dan bergegas menuju toko pracangan tersebut. Warga semakin khawatir karena di dalam toko terdapat barang-barang mudah terbakar, termasuk tabung gas LPG.
Bawaslu Tulungagung Lakukan Pendataan Baliho Kampanye yang Dipasang Sembarangan
Warga yang berkumpul akhirnya mendobrak pintu toko dan mengeluarkan beberapa tabung gas LPG, kemudian mereka juga melaporkan kejadian tersebut ke petugas pemadam kebakaran (Damkar) Tulungagung sambil berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.
Setelah menerima laporan, petugas Damkar Tulungagung segera menuju lokasi dengan dua mobil pemadam kebakaran dan dua truk tangki air. Proses pemadaman berlangsung selama 15 menit.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas menemukan bahwa sumber api berasal dari korsleting listrik pada kipas angin yang dibiarkan menyala di kamar depan.
Alami Kecelakaan Tunggal! Mobil Toyota Ayla Terguling di Tulungagung
Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp 3 juta, dan yang terbakar hanya kamar depan beserta beberapa barang di dalamnya.
Damkar Tulungagung mengimbau masyarakat untuk memastikan seluruh perangkat elektronik dalam keadaan mati saat meninggalkan rumah, dan jika perlu, mencabut kabel dari stop kontak guna mencegah kejadian serupa.





