LINGKARWILIS.COM – Ratusan warga membanjiri Alun-Alun Jombang pada Rabu siang (26/2) untuk mengikuti tradisi tahunan Megengan Grebeg Apem dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Acara ini berlangsung semarak, namun diwarnai insiden kericuhan saat warga berebut gunungan apem. Dalam kerumunan, sejumlah pelajar dan ibu-ibu melaporkan kehilangan ponsel mereka.
Meskipun cuaca terik, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Anak-anak hingga orang dewasa tampak bersemangat mengikuti arak-arakan 12 gunungan tumpeng apem yang diusung sejauh satu kilometer sebelum tiba di lokasi utama. Selain apem, beberapa gunungan juga dihiasi aneka sayuran sebagai simbol keberkahan.
Salah satu daya tarik utama adalah gunungan apem raksasa setinggi tiga meter dengan lebar dua meter. Namun, situasi mulai tak terkendali saat gunungan sampai di lokasi acara. Warga yang tak sabar langsung berebut sebelum panitia memberikan aba-aba resmi, menyebabkan suasana menjadi ricuh dan panitia kesulitan mengendalikan massa.
Diterjang Batu Raksasa, Rumah di Ponorogo Nyaris Rata dengan Tanah
βSaya ikut rebutan apem buat berkah Ramadan, tapi tadi desak-desakan banget, untung masih dapat,β** ujar Sumiarsih, salah satu warga yang turut serta dalam tradisi tersebut.
Selain kekacauan akibat perebutan apem, beberapa warga juga mengaku kehilangan ponsel mereka di tengah kerumunan. Tiga pelajar dan dua ibu-ibu melaporkan ponsel mereka hilang, meski belum diketahui apakah terjatuh atau dicuri.
Menanggapi insiden ini, Wakil Bupati Jombang, Salmanuddin Yazid, yang hadir dalam acara, mengimbau agar panitia lebih memperketat pengaturan prosesi agar kejadian serupa tidak terulang di tahun mendatang. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi semangat masyarakat dalam menjaga warisan budaya ini.
“Sebagaimana kita lihat, alhamdulillah antusias warga Jombang terhadap gunungan apem pada siang hari ini cukup luar biasa dan insya Allah tahun depan kita tingkatkan kembali,”** ujar Salmanuddin Yazid usai acara.Β (st2/ag)
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya

