Daerah  

Trenggalek Perlebar Ruang Komunitas Robotik, Kurangi Penggunaan Gadget Anak

Trenggalek Perlebar Ruang Komunitas Robotik, Kurangi Penggunaan Gadget Anak
Pelatihan robotik beberapa waktu lalu (angga)

Trenggalek, LINGKARWILIS.COM – Festival robotik bakal digelar di Kabupaten Trenggalek pada Oktober 2024. Pemerintah daerah sedang melakukan berbagai persiapan untuk mewujudkan festival ini. Kepala Dinas Kominfo Trenggalek, Edif Hayunan Siswanto, menyatakan bahwa festival ini merupakan salah satu mimpi besar Pemkab Trenggalek.

“Salah satu mimpi besar Pemkab Trenggalek adalah menggelar festival robotik yang rencananya akan digelar pada bulan Oktober 2024,” kata Edif, Senin (1/7).

banner 400x130

Salah satu persiapan yang dilakukan adalah pelatihan robotika untuk guru jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama. Pelatihan ini bekerja sama dengan Komunitas Kampung Robot (KOKARO).

Baca juga : Lapas Kediri Raih Dua Trophy di HUT Bhayangkara ke-78, Ini Infonya

“Kenapa guru? Kami harapkan pelatihan dasar robotika ini tidak hanya berhenti pada bapak-ibu guru saja, namun bisa diteruskan ke siswanya,” tambah Edif.

Dengan pelatihan ini, Pemkab Trenggalek berharap dapat membuka ruang untuk terciptanya wadah atau komunitas bagi pecinta robotik. Selain memberikan ruang interaksi, wadah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan penggunaan gadget pada anak sekolah.

“Jika yang dilatih siswa, maka ilmu itu akan berhenti ketika siswa itu sudah lulus. Namun jika yang dilatih adalah guru, diharapkan terjadi kontinuitas sehingga nanti bisa terbentuk ekosistem dan komunitas robotik di masing-masing sekolah, bahkan di tingkat Kecamatan hingga Kabupaten,” ujarnya.

Baca juga : Kapolres Kediri Sebut Polisi harus Profesional dan Bisa Menjadi Panutan Masyarakat

Lahirnya ekosistem robotik di lingkungan sekolah diharapkan lebih produktif dibandingkan penggunaan handphone yang tidak sesuai pada anak. Selain dapat berbuah prestasi, keberadaan wadah bagi pecinta robotik juga dapat meningkatkan keterampilan anak yang berpotensi bermanfaat besar saat memasuki dunia kerja.

“Salah satu latar belakang pelaksanaan pelatihan itu adalah keprihatinan kepada generasi muda dalam pemanfaatan teknologi. Berdasarkan survei, Indonesia termasuk negara yang banyak terpapar hoax media sosial.

Selain itu, kecanduan gadget pada anak menjadi hal yang patut jadi perhatian guru dan orang tua. Oleh sebab itu, harapan kami dengan adanya pelatihan ini dapat memberikan nuansa baru bagi anak dalam pemanfaatan gadget,” pungkas Edif.***

Reporter : AnggaEditor : Hadiyin

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *