KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Isu aksara kembali mengemuka sebagai bagian penting dalam pembahasan identitas bangsa di Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNP Kediri menggelar Kuliah Tamu Internasional dengan menghadirkan akademisi Persatuan Warisan Kita Melaka, Malaysia, EN. Izharulhak Saiful Hafni, M.Hum., yang menekankan peran aksara sebagai fondasi peradaban bangsa-bangsa Asia Tenggara.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang A5 Kampus 1 UNP Kediri tersebut diikuti ratusan mahasiswa lintas program studi dan menjadi bagian dari langkah strategis UNP Kediri dalam memperkuat reputasi akademik di tingkat regional ASEAN, Rabu (31/12/2025).
Kuliah tamu ini dibuka secara resmi oleh Rektor UNP Kediri, Dr. Zainal Afandi, M.Pd., yang sekaligus melakukan penandatanganan Implementation of Agreement (IA) dengan dua program studi, yakni Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) serta Pendidikan Bahasa Inggris.
Baca juga : Satpol PP Kota Kediri Tinjau Persiapan Peresmian Revitalisasi Jalan Stasiun dan Perayaan Tahun Baru 2025
Penandatanganan IA dilakukan oleh Kaprodi PPKn Yunita Dwi Pristiani, S.Pd., M.Sc. dan Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Khoiriyah, M.Pd., yang ditandai dengan penyerahan vandel dan sertifikat kepada narasumber sebagai simbol penguatan kerja sama internasional.
Dekan FKIP UNP Kediri, Dr. Agus Widodo, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari kerja sama strategis antara UNP Kediri dan Persatuan Warisan Kita Melaka.
“Kuliah tamu ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret dalam membangun kolaborasi akademik berkelanjutan dengan mitra internasional,” ujarnya.
Menurut Agus, kolaborasi ini relevan dengan pengembangan keilmuan, khususnya di bidang sosiolinguistik dan filologi yang berkaitan erat dengan kajian aksara dan identitas bangsa.
“Narasumber memiliki kompetensi kuat di dua bidang tersebut, sehingga mahasiswa memperoleh perspektif akademik yang mendalam dan kontekstual,” tambahnya.
Baca juga : Kelurahan Ngadirejo Raih Peringkat Dua IKM Terbaik Kota Kediri, Ini Infonya
Ia menilai kerja sama ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang UNP Kediri dalam mewujudkan visi sebagai universitas bereputasi ASEAN, sekaligus membuka peluang pengalaman akademik global bagi dosen dan mahasiswa melalui pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.
“Implementasi kerja sama ini akan diperluas dalam seluruh ranah Tridharma Perguruan Tinggi dan menjadi penguatan penting bagi proses peningkatan akreditasi Program Studi PPKn dan Pendidikan Bahasa Inggris menuju peringkat Unggul,” jelas Agus.
Dalam pemaparannya, EN. Izharulhak Saiful Hafni menyoroti minimnya perhatian terhadap aksara dalam diskursus identitas bangsa.
“Selama ini pembahasan identitas sering terfokus pada bahasa dan manusianya, padahal aksara menyimpan rekam jejak sejarah, nilai, dan cara suatu bangsa memaknai dirinya,” ungkapnya.
Ia menilai kajian aksara mampu membuka sudut pandang baru dalam memahami pembentukan bangsa-bangsa Asia Tenggara serta memperkuat kesadaran akan akar peradaban bersama di kawasan ini.
Antusiasme tinggi ditunjukkan mahasiswa dan sivitas akademika sepanjang kegiatan berlangsung. Izharulhak, yang kini menempuh studi doktoral di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, menyebut partisipasi aktif tersebut sebagai cerminan atmosfer akademik yang matang di UNP Kediri.
“Keilmuan tidak tumbuh hanya di ruang kelas, tetapi berkembang melalui kolaborasi lintas institusi, baik di tingkat regional maupun internasional,” tegasnya.***
Reporter : Agus Sulistyo
Editor : Hadiyin






